Hadapi Pandemic Fatigue, Pelaku Parekraf Promosikan Wisata Konservasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 406 2359953 hadapi-pandemic-fatigue-pelaku-parekraf-promosikan-wisata-konservasi-RNY9WdYgW5.jfif Menparekraf, Sandiaga Uno (foto: Okezone.com/Dewi)

SUDAH hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda dunia. Pandemic fatigue mulai dirasakan masyarakat karena ketidakpastian ini. 

Secara garis besar, pandemic fatigue adalah kondisi ketika seseorang lelah akan ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut memicu terjadinya ketidakpatuhan dan demotivasi. Masyarakat menjadi lebih cuek dan apatis dalam menerapkan protokol kesehatan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kelelahan akan pandemi merupakan hal yang wajar dan sangat manusiawi. Namun bila dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak lebih besar seperti peningkatan kasus positif dan angka kematian yang signifikan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Happy Lepas Rindu dengan Aniesa di Ancol, Siapa Tuh?

aniesa

(Satwa Aniesa yang tinggal di Faunaland, Foto: Dewi/Okezone)

Untuk meminimalisir fenomena pandemic fatigue, sejumlah pelaku usaha pariwisata pun berinisiatif mengeluarkan promosi-promosi menarik. Seperti yang dilakukan oleh Faunaland di Taman Impian Jaya Ancol.

Objek wisata berbasis konservasi ini sepakat untuk memberikan promosi khusus kepada para tenaga kesehatan dan keluarga yang telah berjuang membantu melawan pandemi Covid-19.

"Ini bentuk apresiasi kami kepada para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan dalam memerangi Covid-19," ujar dr. Irene, Komisaris Faunaland, saat acara apresiasi tenaga kesehatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu (10/2/2021).

Di sisi lain, lanjut Irene, Faunaland yang telah berdiri sejak 2016, dapat menjadi salah satu alternatif wisata karena tak hanya mengusung konsep ecotourism tetapi juga edutourism. Lokasinya pun sangat strategis, tidak jauh dari pusat kota Jakarta.

Ia berharap, objek wisata ini setidaknya dapat menjadi jendela dunia untuk memamerkan kekayaan alam dan hayati Indonesia yang begitu luar biasa.

"Kita itu punya lebih dari 200rb spesies flora dan fauna yang bisa dipamerkan di dunia. Dan itu adalah aset yang sangat besar," tegas Irene.

"Kami berharap bisa lebih venture dan giat dalam memamerkan flora dan fauna kita yang begitu luar biasa, serta berkolaborasi dengan Kemenparekraf agar bisa dijadikan aset-aset sehingga bisa mendatangkan devisa bagi negara," imbuhnya.

Pernyataan tersebut disambut baik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Ia mengatakan wisata berbasis nature (alam) dan culture (budaya) dinilai akan menjadi pandemic winner, pasca-pandemi Covid-19 usai.

Baca Juga: Sandiaga Uno Liburan dan Makan Bareng Puluhan Tenaga Kesehatan di Ancol

Maka dari itu, kini Kemenparekraf terus berupaya menjalin kerjasama dengan para stakholders terkait guna memaksimalkan potensi wisata tersebut.

"Kita akan menggalang kerjasama dengan para pelaku konservasi dan juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Supaya wisata berbasis konservasi ini menjadi pilihan utama wisatawan, khususnya wisatawan Nusantara. Dan nanti setelah Covid-19 ini sudah teratasi bisa juga untuk wisatawan mancanegara," ujar Sandiaga. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini