Jika Herd Immunity Terbentuk, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bisa Bangkit Lagi

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 01:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 406 2360104 jika-herd-immunity-terbentuk-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-bisa-bangkit-lagi-riMaFqZPh7.jpg Ilustrasi. (Foto: Medicinet)

SEKTOR pariwisata menjadi salah satu  pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa

"Pemulihan ekonomi difokuskan pada jam kerja sektor industri dan pariwisata selagi mendorong investasi padat karya,” katanya lewat keterangan tertulisnya.

Suharso menambahkan, pemerintah juga tengah fokus melakukan reformasi sistem kesehatan, sistem perlindungan sosial, hingga sistem kebencanaan.

Di sisi lain, kata Suharso, pembentukan herd immunity juga sangat membantu menurunkan angka kasus Covid-19. Dari 270 juta penduduk Indonesia, perlu 188 juta penduduk untuk mencapai herd immunity penduduk di atas 18 tahun.

 suharso

Dengan kriteria eksklusi komorbid, eks pasien Covid-19, dan ibu hamil, target vaksinasi adalah 181,5 juta penduduk.

Herd immunity di Indonesia (70 persen penduduk) diperkirakan dicapai pada Maret 2022 atau 15 bulan sejak tahap pertama vaksinasi dimulai pada 14 Januari 2021 lalu.

Suharso mengatakan, herd immunity juga bisa dipercepat jika ketersediaan vaksin bertambah. Aktivitas ekonomi pun dapat dimulai sebelum herd imunity tercapai, yaitu ketika Covid-19 terkendali atau keadaan di mana kasus terus mengalami penurunan Rt <1.

Dalam kondisi ini, kata dia, aktivitas ekonomi dan sosial dapat dimulai, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Yang menarik sebenarnya yang kita perjuangkan untuk diatasi adalah mengurangi atau memperlambat dan mengekang laju pertambahan kasus. Yang sekarang kita perjuangkan semua daerah berusaha memperlambat pertambahan kasus," ucapnya.

Dia menjelaskan, kalau sekarang angka reproduksi adalah 1.2, targetnya harus di bawah 1 atau 0.9, ditargetkan dengan vaksinasi, pertambahan laju kasus bisa menurun menjadi 0.9 pada September tahun ini.

"Mulai September, Covid-19 sudah mulai terkendali dan ekonomi bisa kembali,” tutur Suharso.

Suharso juga yakin bahwa penanganan Covid-19 yang tepat akan menjadi kunci penting, agar pemulihan ekonomi tidak membentuk huruf “W”. Kondisi ini terjadi jika adanya penyebaran virus kembali atau second round pandemic yang menyebabkan ekonomi kembali terkontraksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini