Deretan Spot Cantik di Jalur Pendakian Gunung Semeru, Indahnya Kebangetan!

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 408 2359908 deretan-spot-cantik-di-jalur-pendakian-gunung-semeru-indahnya-kebangetan-mQ7lcpyGqQ.JPG Gunung Semeru (Foto: Instagram/@freedomnevercries)

GUNUNG Semeru ialah salah satu gunung paling populer di Indonesia. Memiliki luas 50.273 hektare, lokasi ini menjadi tempat berdirinya gunung lain seperti Bromo dan Batok. Ketinggian Gunung Semeru mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di sana terdapat puncak paling indah di Indonesia, yaitu Puncak Mahameru. Tak aneh jika banyak pendaki berlomba-lomba menaklukkannya.

Gunung Semeru dianugerahi keindahan alam yang tidak bisa diragukan lagi. Siapapun yang mendaki, baik sampai puncak maupun tidak, pasti terpukau dengan panoramanya.

Namun, untuk menaklukkan gunung yang masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo ini membutuhkan stamina ekstra dan tentunya keberanian. Jalur pendakian dan suhu yang cukup ekstrem menjadi tantangan utama bagi para pendaki.

Melansir laman Wisata Bromo, terdapat legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat seputar asal-usul Gunung Semeru. Konon, di India terdapat gunung bernama Gunung Meru yang kemudian dipindahkan ke Pulau Jawa. Pemindahan dilakukan oleh Dewa Shiwa yang menjelma sebagai kura-kura raksasa.

Baca juga: Sandiaga Uno Kagumi Oval Kopi dari Danau Toba Berkelas Dunia

Tujuannya agar Pulau Jawa tidak terombang-ambing. Gunung tersebut dipukul dan melewati berbagai rintangan, sebelum akhirnya ditancapkan di Pulau Jawa.

Popularitas Gunung Semeru semakin meroket sejak dijadikan lokasi syuting sebuah film 5 CM pada 2012 lalu. Masyarakat awam pun menjadi tahu keberadaan 'surga dunia' di Jawa Timur itu. Kira-kira spot cantik seperti apa saja yang Semeru punya? Yuk, simak ulasannya berikut ini sebagaimana dirangkum Okezone.

1. Kebun Teh Kertowono

Kebun Teh Kertowono terletak di lereng Gunung Semeru, tepatnya Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Hamparan kebun teh ini berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kebun Teh Kertowono

(Foto: Instagram/@yuniaradisa)

Untuk sampai ke sana, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 55 kilometer dari pusat Kabupaten Lumajang. Namun, jika Anda berniat menaklukkan Gunung Semeru, tak ada salahnya mampir sejenak di sini.

Kebun Teh Kertowono sudah ada sejak 1910 dan merupakan peninggalan Belanda. Di sekitar kawasan perkebunan terdapat beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Baca juga: Fenomena 2 Bulan Terjadi di Dubai Gempar, Apa Penyebabnya?

2. Ranu Pani

Hal pertama yang pendaki temui saat memulai penanjakan ke Gunung Semeru adalah Danau Ranu Pani. Di sini merupakan lokasi pos pertama. Lokasinya berada di Desa Ranu Pani, Kecamatan Sendoro, Kabupaten Lumajang.

Ranu Pani, Semeru

(Foto: Instagram/@diczi_maulana)

Luas danau air tawar ini diperkirakan mencapai satu hektare. Gunung membentang, mengelilingi Danau Ranu Pani, dan menunjukkan kemegahannya pada pengunjung.

3. Ranu Regulo

Sekitar 1,5 jam dari Ranu Pani, terdapat danau bernama Ranu Regulo. Danau ini berada di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut. Biasanya, sekitar Ranu Regulo dimanfaatkan untuk berkemah bersama teman-teman pendaki.

Jika cuaca mendukung, berbaringlah di kawasan ini dengan mata mengarah pada langit. Alhasil Anda akan menyaksikan hamparan bintang dengan indah bertebaran di langit.

Ranu Regulo

(Foto: Instagram/@ahmad_anjarwicaksono)

Pada sore hari, langit di Ranu Regulo juga tak kalah menawan. Warna ungu kejinggaan muncul, lalu bayangannya terlukis di permukaan danau.

Sementara di pagi hari, permukaan danau akan mengeluarkan embun dan kabut sehingga keadaan nampak dramatis sekaligus eksotis. Oleh karenanya, Ranu Regulo sering dimanfaatkan untuk para pengunjung bermalam.

4. Ranu Kumbolo

Siapa yang tidak kenal Ranu Kumbolo? Orang-orang yang tidak gemar mendaki gunung pun sepertinya tau danau ini. Si cantik Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.389 meter di atas permukaan laut. Kecantikan yang dimilikinya benar-benar selalu buat pendaki takjub.

Menjadi saksi matahari terbit dan terbenam di Ranu Kumbolo merupakan salah satu tujuan utama orang-orang yang pergi ke Gunung Semeru.

Banyak pendaki yang beristirahat di sana. Lalu membuat pemandangan indah Ranu Kumbolo menjadi unik karena terhias deretan tenda pendaki yang berwarna-warni.

Ranu Kumbolo

(Foto: Instagram/@yoopomalang)

Air danau Ranu Kumbolo diyakini masyarakat sebagai air suci. Hingga kini danau tersebut masih digunakan sebagai ritual keagamaan. Oleh karenanya, pengunjung tidak boleh mandi, mencuci, atau buang air di danau tersebut.

Di sisi barat Ranu Kumbolo juga memiliki sebuah tanjakan di bukit yang mengarah ke puncak. Ada mitos yang mengatakan bahwa siapapun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Namun jika ia menoleh ke belakang saat sedang menanjak, kisah cintanya akan kandas.

5. Oro-Oro Ombo

Oro-Oro Ombo merupakan padang bunga lavender. Jika salah satu tujuan utama Anda melihat bunga-bunga cantik berwarna ungu ini bermekaran, datanglah pada pertengahan tahun. Sekitar bulan Juni hingga Agustus.

Oro-Oro Ombo

(Foto: Instagram/@anandaoktaviano)

Oro-Oro Ombo merupakan salah satu ikon Gunung Semeru. Sayang rasanya jika tidak mengabadikan momen dengan hamparan bunga lavender saat melakukan pendakian ke Semeru.

6. Kalimati

Kalimati merupakan sabana yang berlatar pepohonan hijau khas hutan di Gunung Semeru. Waktu paling tepat untuk berfoto di padang sabana ini adalah pagi hari ketika sinar matahari tengah menembus kabut. Pemandangan yang dihasilkan akan terlihat magis dan memukau.

Kalimati

(Foto: Instagram/@watetgilis)

Kalimati juga merupakan batas pos terakhir sebelum pendaki melanjutkan ke Puncak Mahameru. Tak jauh dari area beristirahat terdapat sebuah padang bunga edelweiss seluas 20 hektare. Gunung Semeru memang bukan terkenal karena keindahannya saja, tapi juga berbagai flora langka seperti edelweiss.

7. Puncak Mahameru

Jika sudah melewati tempat-tempat menarik yang disebutkan sebelumnya, dalam beberapa jam Anda akan bertemu dengan primadona Gunung Semeru, yakni Puncak Mahameru.

Anda akan merasa sedang berada di atas awan jika sampai pada titik ini. Berfoto dengan latar awan putih dan biru langit, benar-benar menakjubkan.

Puncak Mahameru

(Foto: Instagram/@jurightertawa_)

Belum lagi jika sang fajar sedang cerah-cerahnya bersinar. Seluruh pengorbanan selama pendakian akan terbayarkan saat menginjakan kaki di puncak setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.

Selain pemandangannya, berfoto di Puncak Mahameru menghadirkan rasa bangga tersendiri. Menaklukan atap tertinggi Pulau Jawa itu tentu merupakan pencapaian yang besar.

Meski begitu, Puncak Mahameru tidak bisa didaki oleh sembarang orang. Hanya pendaki yang benar-benar memiliki stamina kuat yang dapat sampai dan pulang dengan selamat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini