Share

Baduy Dalam 'Lockdown' 3 Bulan, Ada Apa?

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 406 2360128 baduy-dalam-lockdown-3-bulan-ada-apa-rs8OExBZGR.JPG Permukiman masyarakat Baduy Dalam di Desa Kanekes, Leuwidamar, Lebak, Banten (Foto: Instagram/@morgan_nou

KAWASAN permukiman masyarakat Baduy Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten selama tiga bulan tertutup bagi wisatawan, karena memasuki bulan 'Kawalu' alias bulan larangan.

"Penetapan bulan Kawalu itu berdasarkan Tangtu Tilu Jaro Tujuh Lembaga Adat Desa Kanekes," kata Tetua Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija.

Masyarakat Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana menutup diri untuk melaksanakan ritual Kawalu selama tiga bulan.

Penutupan kawasan masyarakat Baduy dilarang dikunjungi wisatawan berdasarkan pemberitahuan Nomor 141.01/13-Ds.Kan-200I/2021, tertanggal 13 Februari 2021 yang ditandatangani Kepala Desa Kanekes.

Baca juga: Kisah Pengrajin Baduy Bertahan Hidup di Tengah Hantaman Badai Corona

Pelarangan itu diberlakukan 13 Februari hingga 14 Mei 2021 wisatawan tidak diperbolehkan mengunjungi permukiman Baduy Dalam.

Warga Baduy Dalam

(Foto: Intagram/@liburanlagi_id)

Sebab, selama tiga bulan ke depan warga Baduy Dalam melaksanakan ritual Kawalu dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari marabaya dan mendatangkan keberkahan.

Selain itu berdoa meminta keselamatan bangsa dan negara yang aman, damai, dan sejahtera serta dibebaskan dari pandemi Covid-19.

"Kami memperbolehkan pejabat bisa masuk Baduy Dalam, namun dibatasi dengan lima orang dan mereka harus mematuhi protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," terangnya.

Baca juga: Baduy Nol Kasus Covid-19, Simak Yuk 7 Keunikannya!

Menurut dia, ritual Kawalu bagi masyarakat Baduy Dalam itu berdasarkan kesepakatan tangtu tilu (pemimpin adat) dan pada hari ke-18 mereka melaksanakan puasa dan menggelar upacara ritual ngeriung selamatan.

Selama Kawalu masyarakat Baduy melaksanakan ritual dan wisatawan atau rombongan dilarang memasuki kawasan permukiman Baduy Dalam.

Pelarangan tersebut juga telah dipasang peringatan di pintu gerbang Baduy di Ciboleger agar pengunjung menaati hukum adat, sebab Kawalu warisan nenek moyang sejak turun temurun dan wajib dilaksanakan setiap tahun dan tiga kali selama tiga bulan dengan puasa seharian.

Perayaan Kawalu merupakan salah satu tradisi ritual yang dipercaya oleh warga Baduy Dalam. "Kami berharap wisatawan dapat memaklumi adanya penutupan kawasan Baduy Dalam karena adanya ritual bulan Kawalu itu," katanya.

Baca juga: Baduy Tetap Terima Wisatawan, Begini Kata Tetua

Ia mengatakan, masyarakat Baduy setelah melaksanakan Kawalu akan turun gunung dengan menggelar Seba Baduy dengan mendatangi Bupati Lebak dan Gubernur Banten untuk bersilaturahmi.

Mereka masyarakat Baduy akan bersilaturahmi dengan 'Ibu Gede' Bupati Iti Octavia dan 'Bapak Gede' Gubernur Wahidin Halim dengan cara berjalan kaki sejauh kurang lebih 160 kilometer.

"Kami belum tentu bisa merayakan Seba Baduy di tengah pandemi Covid-19, namun warga Baduy 11.500 jiwa nol persen kasus corona," tutup Saija.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini