Luhut: Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia untuk Pulihkan Pariwisata

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 406 2360230 luhut-gerakan-bangga-berwisata-di-indonesia-untuk-pulihkan-pariwisata-fK1ydW52AD.jpg Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan (Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus mengampanyekan gerakan Bangga Berwisata di Indonesia kepada masyarakat untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata nasional.

"Gerakan bangga berwisata di Indonesia ini perlu kita lakukan untuk memulihkan sektor wisata di Indonesia. Selama pandemi kita ketahui terjadi penurunan jumlah wisawatan domestik ke berbagai destinasi wisata di Indonesia, selain untuk memulihkan perekonomian nasional, dengan kita bangga berwisata di Indonesia maka akan tumbuh rasa bangga dan kepemilikan atas berbagai potensi wisata di dalam negeri," kata Luhut dalam acara Forum Komunikasi Marves di Banyuwangi, Rabu (10/2/2021).

Baca juga:  Catat! Aturan Lengkap Perjalanan Masa Libur Imlek 2021

Luhut menyampaikan salah satu daerah yang kini terus didorong untuk dikembangkan sektor pariwisatanya ialah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Luhut, Banyuwangi punya potensi pariwisata dan kini sudah dikenal dunia internasional lewat berbagai potensi wisata, alam, dan kegiatan berskala dunia. Bahkan pada 2021, kabupaten yang ada di ujung Jawa Timur ini akan disiapkan sebagai tuan rumah liga selancar dunia.

"Selain itu juga pemerintah pusat juga mengusulkan geopark Ijen, masuk ke dalam jaringan geopark dunia UNESCO. Di samping itu, salah satu upaya pemerintah memajukan sektor pariwisata nasional adalah dengan mengintegrasikan unsur teknologi informasi, yakni layanan digital terintegrasi dan pembayaran digital," tambahnya.

 

Sejalan dengan komitmen tersebut, untuk memperlancar akses menuju destinasi-destinasi wisata, lanjut Luhut, pemerintah juga membangun berbagai infrastruktur konektivitas.

Luhut berharap, dengan semua upaya itu, maka semua pemangku kepentingan termasuk pegiat media sosial dapat mempromosikan pariwisata Banyuwangi serta mengampanyekan "Bangga Berwisata di Indonesia"

Baca juga: Bertamasya ke Pulau Anak Krakatau, Ini Sederet Aktivitas Seru Bisa Dilakukan

Tidak ketinggalan, Luhut juga berpesan agar di samping berwisata, faktor kesehatan juga menjadi penting apalagi di situasi pandemi saat ini.

"Perlu saya ingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan, karena kesehatan kita semua adalah yang utama," tandasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan sejak awal Banyuwangi adalah daerah yang tidak terlalu menarik, jauh dari pusat pertumbuhan kota, tidak punya bandara, hingga memiliki citra yang tidak terlalu bagus di mata daerah lainnya di Indonesia.

Potret inilah yang ada pada Banyuwangi beberapa tahun sebelumnya dan secara perlahan berubah menjadi lebih baik.

"Di sinilah kami melihat, karena tidak ada opsi mengeluh, opsi adalah bagaimana menyelesaikan masalah maka kebun yang luas, hutan yang luas diapit tiga taman nasional menjadi peluang, maka kami putuskan triangle diamond menjadi strategi pengembangan wisata. Jadi daerah untuk maju perlu punya rencana strategis untuk pengembangan wisata," tuturnya.

Azwar bercerita, tidak semua orang setuju pada upayanya mengembangkan pariwisata karena sektor itu dianggap pencitraan dan membuang-buang uang.

 ilustrasi

"Maka untuk mendorong ini semua kami harus menyelam sambil minum, tidak punya banyak waktu. Sekarang banyak daerah kabupaten membuat pariwisata tetapi tidak terintegrasi, terlalu banyak belajar, tidak langsung menyelam akhirnya perlu waktu lama (berkembang)," tambahnya.

Dikatakan Azwar, Banyuwangi yang kini maju dan berkembang tidak dilakukan secara instan karena banyak hal yang dikerjakan untuk mengubah status daerahnya menjadi lebih baik. Selain dengan potensi pariwisata yang besar, aspek budaya juga turut dikembangkan dengan yang dipadukan dengan Inovasi-inovasi.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi banyak menggelar event dan festival yang kini jumlahnya mencapai 100 event untuk melakukan konsolidasi budaya dan konsolidasi alam.

"Bagi Banyuwangi festival bukan hanya soal pariwisata, tetapi inilah cara kami membendung intervensi budaya dunia yang setiap detik dari handphone kita masing-masing, makanya Banyuwangi melakukan banyak perbaikan," tutup Azwar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini