Pernikahan Hari Valentine di China Membeludak, Abaikan Tradisi Libur Imlek

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 406 2360277 pernikahan-hari-valentine-di-china-membeludak-abaikan-tradisi-libur-imlek-vB55614eKK.jpg Sejumlah pasangan nikah massal di Karnaval Aliday, Hangzhou, China pada 2017 (Antara/Irfan)

PENDAFTARAN pernikahan pada Hari Kasih Sayang atau Valentine's Day yang jatuh pada Minggu 14 Februari 2021 di China membeludak, sehingga instansi pencatatan sipil di berbagai daerah tetap buka meskipun masih dalam rangkaian hari libur Tahun Baru Imlek 2021.

Pemerintah Kabupaten Ji'an, Provinsi Jiangxi, pada Selasa lalu mengumumkan beroperasinya kantor catatan sipil pada hari Minggu.

Baca juga:  Cegah Kerumunan, Klenteng Madiun Nihil Perayaan Imlek Tahun Ini

Valentine tidak lagi mempertimbangkan liburan Imlek yang sudah menjadi tradisi di China, menurut laporan media setempat, Rabu.

Biro Catatan Sipil Kabupaten Ji'an tetap beroperasi untuk memberikan pelayanan kepada anak muda yang memilih Valentine sebagai hari pernikahan.

Pemerintah Kota Fuzhou, Provinsi Fujian, mengeluarkan surat edaran kepada setiap kantor distrik yang berisi tentang petunjuk teknis pelayanan pencatatan nikah pada Valentine.

Masyarakat di kota itu dapat memesan slot secara daring. Petugas biro pencatatan sipil yang akan menanganinya, menurut media lokal.

Meskipun demikian, beberapa instansi mengingatkan pentingnya kewaspadaan pandemi dengan membatasi jumlah pasangan yang ingin mengajukan permohonan pencatatan guna mengurangi risiko terpapar COVID-19.

Baca juga:   Luhut: Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia untuk Pulihkan Pariwisata

"Mungkin ini menjadi pengingat bahwa kita harus meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga atau lebih baik kita bisa membawa orang yang kita cintai dan keluarga mereka bersama-sama untuk menghabiskan waktu selama Hari Valentine," demikian salah satu unggahan di Weibo.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pemohon pencatatan pernikahan di China mengalami penurunan tajam.

Hal itu disebabkan anak muda lebih memilih hidup melajang atau menunda pernikahan dengan berbagai alasan, seperti sibuk bekerja, tingginya biaya perawatan anak, dan menyukai hidup bebas.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini