Kemenparekraf Ajak Orang Kaya Beli Produk UMKM

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 406 2360595 kemenparekraf-ajak-orang-kaya-beli-produk-umkm-utyqH6nYf5.jpeg Ulos khas Sumatera Utara, salah satu produk kreatif UMKM dipamerkan di Beli Kreatif Danau Toba Fair di Summarecon Mall Serpong, Tangerang (Okezone.com/M Sukardi)

DEPUTI Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya mengajak masyarakat khususnya kalangan orang kaya untuk membeli produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Tujuannya agar pelaku UMKM bisa bertahan di masa pandemi Covid-19.

Salah satu upaya pemerintah dalam membantu UMKM adalah menyelenggarakan pameran seperti Beli Kreatif Danau Toba Fair di Summarcon Mall Serpong, Tangerang yang berlangsung dari, Kamis (11/2/2021) hingga 21 Februari.

Baca juga: Yuk, Kunjungi Pameran Beli Kreatif Danau Toba Fair di Summarecon Mall Serpong 

Di acara tersebut, ada 27 pelaku UMKM, dengan detail 15 pelaku usaha fashion dan kriya, sedangkan 12 lainnya adalah kuliner. Produk yang ditawarkan di sini tak sembarang karena sudah melalui kurasi ketat.

"Produk yang ditawarkan di acara 'Beli Kreatif Danau Toba Fair' ini dipastikan berkualitas, bahkan ada yang didatangkan langsung dari Sumatera Utara supaya lebih otentik," kata Nia di sela pameran.

 

Dia meminta kepada masyarakat yang cukup dalam hal finansial untuk ikut menyejahterakan para pelaku UMKM ini di masa pandemi. Dari pembelian kecil saja, itu sudah sangat membantu UMKM ini tetap bertahan di masa pandemi yang sangat sulit ini.

"Masih ada harapan . Kita harus optimis. Kita-kita yang masih punya pendapatan dan ada lebihnya, yuk membantu para UMKM ini tetap bertahan di tengah pandemi. Di sinilah tempatnya berbuat sesuatu untuk orang lain," kata Nia.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimis #BeliKreatifDanauToba Bantu Perekonomian Lokal di Masa Pandemi

Nia juga meminta kepada masyarakat agar saat membeli produk UMKM tidak usah menawar, terlebih jika produk yang dijual memiliki nilai atau velue yang besar dalam kemurniaan budayanya.

Misalnya pada kain ulos atau songket, sambung Nia, kita tahu bersama kalau untuk membuat sehelai kain ulos itu membutuhkan waktu yang tak sebentar bahkan bisa sampai 3 hingga 6 bulan.

"Kita harus mencintai, menghargai, dan tentunya membeli produk UMKM yang membawa unsur budaya di dlamanya. Jadi, sebaiknya jangan menawar barang karena ada perjuangan panjang untuk bisa membuat produk tersebut," tambah Nia.

Sependapat dengan Nia Niscaya, salah satu pelaku usaha, Riana Panggabean, pun berharap semakin banyak masyarakat yang bisa menghargai budaya lewat produk fashion salah satunya kain ulos.

"Dari satu helai kain ulos itu, bukan hanya proses pembuatannya yang panjang, tapi di sana juga ada doa yang terselip dari para pengrajin. Jadi, nilainya itu sangat besar, susah diduitin sebenarnya," kata Riana pemilik butik Solu Ulos.

Dia pun berharap dengan adanya 'Beli Kreatif Danau Toba Fair' yang diselenggarakan Kemenparekraf, bisa menjadi pintu rezeki untuk pelaku UMKM. "Semoga dengan adanya acara ini, bisa mengobati masalah finansial yang banyak sekali dikeluhkan pelaku UMKM juga sebagai wadah mengenalkan budaya kepada generasi muda," harapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini