Gubernur Koster Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Bali

Antara, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 406 2361342 gubernur-koster-ajak-masyarakat-bersatu-membangun-bali-TsTCtFBpF1.JPG Gubernur Bali, I Wayan Koster (Foto: Antara)

GUBERNUR Bali, I Wayan Koster mengajak masyarakat lokal khususnya klan pratisentana (keturunan) Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas (SAGPBSAG) yang tersebar di berbagai daerah, untuk bersama-sama membangun Bali dengan berbagai keunggulan yang dimiliki. Terlebih Bali menjadi salah satu magnet pariwisata Indonesia yang telah diakui dunia.

"Mahasabha ini sangat penting dilaksanakan untuk memperkuat jati diri kita sebagai warga Bali, sekaligus momentum untuk menyatukan kekuatan membangun Bali, mengingat Bali merupakan pulau yang kecil," kata Gubernur I Wayan Koster saat membuka Mahasabha SAGPBSAG di Semarapura, Kabupaten Klungkung.

Koster mengatakan, meski Bali pulau kecil, namun alamnya dianugerahi kekayaan yang luar biasa indah, dengan manusianya unggul serta budaya yang luhur. "Untuk itu, apa yang sudah menjadi warisan leluhur kita harus dijaga dan dilindungi," kata dia.

Baca juga: Bertemu Gubernur Koster, Sandiaga Uno Minta Dibikinkan KTP Bali

Di hadapan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra, Raja Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semaraputra dan panglingsir warga SAGPBSAG, Koster juga menceritakan bahwa berdasarkan sejarah peradaban Bali, mulai dari Bali kuno sampai dengan hasil penelitian para ilmuwan disebutkan orang Bali itu termasuk orang yang unggul.

"Keunggulan orang Bali dapat kita lihat dari hasil kebudayaannya yang kaya, unik dan sampai saat ini dikenal dunia. Karena itulah, saat saya dilantik sebagai Gubernur Bali pada Tahun 2018, di periode pertama saya membuat kebijakan yang berpihak kepada memajukan kebudayaan Bali yang sekaligus memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat Bali," tuturnya.

Ia memberi contoh, seperti lahirnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

Baca juga: Wakil Dubes Inggris Puji Penanganan Covid-19 di Pulau Dewata

"Aksara Bali merupakan warisan yang kita punya yang harus kita muliakan dan hormati serta merupakan unsur peradaban budaya Bali yang memiliki nilai sakral hingga kekuatan identitas, seperti halnya negara-negara di dunia yang punya aksara, yakni China, Jepang, dan Korea," kata Koster.

Hingga sekarang sejumlah negara tersebut lanjut Koster, menunjukkan kepada dunia sebagai negara yang mempunyai peradaban kuat, sehingga tidak heran jika dilihat China, Jepang, dan Korea negaranya maju-maju. Kemudian, kehadiran Pergub tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali juga adalah kebijakan yang memiliki tujuan untuk menguatkan identitas budaya Bali.

"Maka kita wajib pada hari Kamis, Purnama dan Tilem, Hari Jadi Pemprov Bali, dan kegiatan pemerintahan menggunakan busana adat Bali ini. Dari kebijakan ini, astungkara ekonomi rakyat yang menggeluti usaha busana adat Bali mendapatkan dampak positifnya," tandasnya.

Sementara, Ketua Panitia Mahasabha Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana mengatakan, Mahasabha ini digelar berdasarkan AD/ART dengan tujuan untuk mempererat persaudaraan. Selain juga untuk membentuk kepengurusan pusat.

"Hingga saat ini ada pengurus Pura kawitan, Pura Dadia sebanyak 158 dadia yang tersebar di Bali, Lombok, Kalimantan dan Sumatra," ujar Suadnyana.

Untuk diketahui, seluruh peserta Mahasabha yang hadir di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung itu telah menjalani rapid test antigen. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh warga keturunan SAGPBSAG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini