Menilik Potensi Movieland Lido City, Outdoor Production yang Siap Bersaing dengan Hollywood

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 19:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 406 2361529 menilik-potensi-movieland-lido-city-outdoor-production-yang-siap-bersaing-dengan-hollywood-PuCgRBhKCr.JPG Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)

PELETAKAN batu pertama atau ground breaking Movieland milik MNC Group telah resmi dilakukan hari ini, Sabtu (13/2/2021), di Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairwoman MNC Group Liliana Tanoesoedibjo, dan sederet direksi MNC Group lainnya. Lantas apa saja keunggulan Movieland bila proses pembangunan telah rampung dilakukan?

Dalam penjelasannya, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Movieland mengusung konsep pusat industri film dan drama seri (TV & OTT) yang terintegrasi, dan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas produksi. Mulai dari backlot (lokasi syuting), sound stage (studio tertutup), peralatan produksi dengan teknologi mutakhir, hingga fasilitas pasca produksi dengan teknologi berkelas dunia.

Baca juga: Wamen Angela Tanoesoedibjo: KEK MNC Lido City Harapan Baru Parekraf Indonesia

Untuk backlot, Movieland akan menghadirkan berbagai kebutuhan area syuting terbuka, seperti area perumahan, pemukiman perkotaan, nuansa kota tua hingga lokasi syuting dengan suasana pedesaan.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan shooting adegan kolosal, Movieland menyiapkan area alam terbuka (area flexible backlot), termasuk area berlatar kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Movieland juga dilengkapi berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, halte bis, sekolah, supermarket bahkan gedung dengan tampak muka seperti bandar udara.

Fasilitas pendukung lainnya termasuk sound stage seluas 1500 meter per segi yang dilengkapi giant green screen dan water tank maupun set khusus penunjang produksi.

Baca juga: Takjub dengan Balai Budaya Puspem Badung, Sandiaga Uno: Levelnya Kelas Dunia!

"Fasilitas tersebut tersedia secara end to end, bahkan sampai post productionnya ada di sini semua. Dengan demikian, diharapkan Indonesia memiliki basis produksi yang lengkap, dengan fasilitas yang tidak kalah dengan Hollywood. Ini bagian dari ekonomi kreatif dan juga memiliki potensi pariwisata tentunya," kata Hary Tanoesoedibjo.

Dari sisi pariwisata, Hary mengatakan, Movieland yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Kreatif MNC Lido City ini juga memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan.

Bahkan, dalam masterplan pembangunan kawasan Lido City milik MNC Group itu, di dalammya telah disiapkan rencana pengembangan theme park dengan skala yang jauh lebih besar dari Universal Studios di Singapura.

Kemudian akan dibangun pula objek-objek wisata bertaraf internasional, seperti Wall Garden di Dubai, hingga music venue seperti Coachella di Los Angeles, Amerika Serikat.

"Idealnya nanti ada sirkuit MotoGP, karena masyarakat Indonesia itu sangat suka dengan MotoGP. Ini juga menarik dikembangkan seperti sirkuit Sepang yang mampu menarik 160 ribu pengunjung. Jumlahnya separuh dari sirkuit di Indonesia," terang Hary.

Secara garis besar pembangunan Movieland dan KEK MNC Lido City akan memadukan dua unsur sekaligus yakni entertainment dan hospitality. Konsep ini diharapkan dapat membantu memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Ketika Movieland sudah mulai berproduksi, silakan fasilitasnya yang ada digunakan semaksimal mungkin. Saya yakin kita bakal mampu menciptakan kualitas produksi drama maupun film yang sangat luar biasa, yang tidak kalah dengan Hollywood. Intinya Lido City bukan hanya kebanggaan MNC saja, tetapi juga kebanggaan Indonesia," tandas Hary Tanoesoedibjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini