Lido Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Hary Tanoesoedibjo: Potensi Pariwisatanya Luar Biasa!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 406 2361530 lido-jadi-kawasan-ekonomi-khusus-hary-tanoesoedibjo-potensi-pariwisatanya-luar-biasa-koesmKUWYV.JPG Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)

DEWAN Nasional Kawasan Ekonomi Khusus secara resmi menyetujui pembentukan KEK MNC Lido City di Provinsi Jawa Barat pada 10 Februari 2021 lalu. Ini tidak terlepas dari potensi kawasan Lido yang dinilai sangat luar biasa dalam memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo saat menghadiri acara peletakan batu pertama Movieland Lido City, Sabtu (13/2/2021).

Hary mengatakan bahwa ia sebetulnya sempat mendiskusikan pengembangan kawasan Lido kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Lantas seperti apa potensinya?

"Dulu saya pernah bicara dengan bapak Presiden, Lido itu bisa dikembangkan sampai ke Pantai Selatan. Jadi silakan bila ingin diberikan kepada yang lain, yang mau investasi. Kita sama-sama bangun di sini," kata Hary.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bila KEK Lido benar-benar digarap secara maksimal, akan ada banyak peluang pariwisata dan ekonomi kreatif yang bisa didapatkan. Apalagi dari segi infrastruktur, kawasan Lido memang sudah cukup memumpuni.

Baca juga: Wamen Angela Tanoesoedibjo: KEK MNC Lido City Harapan Baru Parekraf Indonesia

Sebagai gambaran singkat, kawasan ini memiliki luas lebih dari 2.000 hektare yang membentang hingga ke objek wisata Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam arti lain, wisatawan yang mengunjungi kawasan ini tak akan hanya disuguhi panorama pegunungan yang memesona, tetapi juga dapat menikmati eksotisme pantai selatan.

"Kawasan Lido bisa jadi kawasan wisata yang sangat menjanjikan, dari gunung all the way sampai dengan ke laut. Pembangunannya mudah sekali karena infrastruktur sudah ada semua. Tinggal bangun jalan tol ke pantai selatan, dan di tengahnya bisa dimanfaatkan sebagai kawasan Industri," jelasnya.

"Dengan demikian, investor akan datang berbondong-bondong. Sehingga pemerintah tidak perlu investasi lagi. ITDC tidak perlu lagi keluar uang. Ada third party dari luar maupun dalam negeri yang siap. Saya yakin seyakin-yakinnya kawasan ini akan berkembang pesat," tandas Hary Tanoesoedibjo.

Sebagai informasi, saat ini, MNC Group tengah melakukan pembangunan Movieland (outdoor production/studios) di atas lahan seluas 21 hektare di Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Movieland mengusung konsep pusat industri film dan drama seri (TV & OTT) yang terintegrasi, dan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas produksi seperti backlot (lokasi shooting), sound stage (studio tertutup), peralatan produksi dengan teknologi mutakhir, hingga fasilitas pasca produksi dengan teknologi berkelas dunia.

Baca juga: Movieland Dibangun sebagai Creative Hub, Angela Tanoesoedibjo Optimistis Parekraf Indonesia Bangkit

Untuk backlot, Movieland akan menghadirkan berbagai kebutuhan area shooting terbuka, seperti area perumahan, pemukiman perkotaan, nuansa kota tua hingga lokasi shooting dengan suasana pedesaan. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan shooting adegan kolosal, Movieland menyiapkan area alam terbuka (area flexible backlot), termasuk area berlatar kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Movieland juga dilengkapi dengan backlot berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, halte bis, sekolah, supermarket bahkan gedung dengan tampak muka seperti bandar udara. Fasilitas pendukung lainnya termasuk sound stage seluas 1500 meter per segi yang dilengkapi giant green screen dan water tank maupun set khusus penunjang produksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini