Menjadikan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Terpadu Super Prioritas

Antara, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 406 2361567 menjadikan-danau-toba-sebagai-destinasi-wisata-terpadu-super-prioritas-OWeQAOiOE0.JPG Danau Toba di Sumatra Utara (Foto: Instagram/@exploredanautoba)

PEMERINTAH di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di lima wisata terpadu super prioritas di Indonesia dan sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal tempat-tempat yang memiliki keindahan alam yang benar-benar menakjubkan.

Namun masih ada sebagian orang yang belum 'melek' terhadap tempat-tempat dengan nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Lima destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Selain itu, kelima tempat objek wisata tersebut juga dikenal memiliki keunikan tersendiri dan panorama alam yang mampu menarik para turis lokal, turis Asia Tenggara, turis mancanegara, dan turis dari negara-negara di dunia.

Kemenparekraf menunjuk Danau Toba di Provinsi Sumatra Utara sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. Danau Toba sebagai keajaiban di dunia yang benar-benar sangat menakjubkan.

Baca juga: Luhut Pantau Progres Pembangunan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Danau Toba yang memiliki luas lebih kurang 1.145 kilometer persegi, dan kedalaman 450 meter. Danau Toba ini sebenarnya lebih mirip dengan lautan. Danau Toba adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia.

Di lokasi objek wisata Danau Toba ini, para pengunjung maupun wisatawan dapat menikmati kegiatan berkayak atau naik sampan dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara.

Kemudian dengan menikmati suasana udara yang dingin dan sejuk di Danau Toba melaksanakan kegiatan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

Penetapan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas adalah hal yang dinilai wajar mengingat keindahan alam Danau Toba yang terbentang di 7 kabupaten yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir merupakan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Bahkan, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti telah berkunjung ke Danau Toba. Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba untuk berwisata menikmati keindahan dan panorama Danau Toba serta melihat kebudayaan masyarakat suku Batak.

Baca juga: Kembangkan Wisata Danau Toba, Sandiaga Siapkan SDM hingga Kalender Event

Karena itu kawasan objek wisata Danau Toba terus dikembangkan. Pengembangan meliputi pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter, pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter yang menghubungkan daratan Sumatera dan Pulau Samosir, dan penataan kawasan tepi danau.

Pelebaran alur ini ditujukan untuk membuka akses kapal wisata yang lebih besar agar dapat mengelilingi kawasan Danau Toba. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan.

Dukungan Kementerian PUPR di antaranya pembangunan jalan lingkar Samosir, Jembatan Tano Ponggol, revitalisasi Danau Toba, instalasi pengolahan air, sanitasi, dan penataan kawasan tepi Danau Toba.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pada 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp1,33 triliun. Alamnya yang menakjubkan juga menyebabkan Danau Toba ditetapkan UNESCO sebagai Toba Caldera

Kepala Bidang Bina Pemasaran pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumatra Utara, Muchlis mengatakan, Danau Toba yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kawasan super prioritas pembangunan pariwisata nasional dan juga telah ditetapkan UNESCO sebagai Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan tentunya membutuhkan perhatian dari segala aspek dalam penanganannya.

Infrastruktur yang selama ini menjadi masalah menuju dan di dalam kawasan tersebut sudah dibenahi dengan baik oleh pemerintah pusat maupun provinsi, kabupaten dan kota.

Namun, infrastruktur saja tentunya tidak cukup, tapi peningkatan kualitas SDM pariwisata di daerah ini juga harus ditingkatkan.

"Bila dengan membangun sekolah kejuruan pariwisata di setiap kabupaten sebagai sumber tenaga kerja ke depan maupun melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku dan usaha pariwisata," ujar Muchlis.

​​​​​​​Ia menyebutkan peran pemerintah, swasta/investor, media, akademisi dan komunitas juga sangat berperan dalam memajukan pariwisata dan mempromosikannya agar tercipta citra/image positif bagi calon wisatawan.

Danau Toba

(Foto: Kemenparekraf)

Di era pandemi ini peran teknologi sangat berperan penting, untuk itu dibutuhkan kemampuan internet yang cukup baik dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata maupun produk UMKM yang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

"Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah dan operator untuk mampu meningkatkan kecepatan dari internet di wilayah tersebut," kata dia.

Namun di balik itu semua peran serta dan kesadaran masyarakat di wilayah tersebut untuk turut aktif di sektor pariwisata sangatlah penting.

"Masyarakat harus mampu memahami bahwa pariwisata akan meningkatkan penghasilan mereka dan juga harus menjadi tuan rumah yang baik dengan menerapkan Sapta Pesona dalam kehidupannya," katanya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan, Armin Rahmansyah berujar bahwa menjadikan Danau Toba sebagai salah satu kawasan wisata super prioritas tentu harus didukung oleh berbagai hal.

Menurut dia, ada dua hal yang menjadi kunci dan perlu dibenahi lebih awal jika hendak menjadikan Danau Toba sebagai tujuan prioritas, yakni pertama soal sumber daya manusia (SDM) dan kedua masalah infrastruktur.

Kualitas pelayanan merupakan salah satu hal yang patut diperhatikan dari kesiapan SDM. Artinya ketika SDM sudah memiliki kompetensi dan standar maksimal pelayanan kepariwisataan akan mengacu kepada pelayanan prima.

Sambutan masyarakat yang ramah, pelayanan yang baik akan menguatkan citra Danau Toba sebagai salah satu tujuan utama wisatawan. Selain itu yang paling penting diperhatikan adalah kualitas infrastruktur. Mewujudkan Danau Toba sebagai kawasan destinasi terpadu super prioritas menurutnya sangatlah baik. Namun, tetap harus diperhatikan lebih dulu dua variabel pendukungnya.

"Saya dalam beberapa bulan terakhir sudah berkali-kali lewat dan berkunjung ke Parapat. Tapi kualitas infrastruktur terutama dari Pematang Siantar sampai ke Parapat cukup buruk," ucap Armin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini