Pengelola Hotel di Surabaya Wajib Laporkan Tamu Menginap Lebih 3 Hari

Antara, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 406 2361648 pengelola-hotel-di-surabaya-wajib-laporkan-tamu-menginap-lebih-3-hari-BBn8E9Xln8.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PARA pengelola hotel di Kota Surabaya, Jawa Timur diwajibkan melaporkan pengunjung atau tamu yang menginap lebih dari tiga hari. Hal itu untuk mengantisipasi agar tidak ada pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di hotel atau penginapan.

Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan, pihaknya sebelumnya mendapat laporan adanya fenomena tamu yang tidak jujur melakukan isolasi mandiri di salah satu hotel di Surabaya.

"Kapan hari Polrestabes menemukan itu di salah satu hotel, isolasi mandiri karena COVID-19. Ini kan bahaya kalau tidak mengumumkan," kata Whisnu.

Baca juga: Marak Hotel Dijual, Sandiaga Uno Siapkan Recovery Fund

Menurut dia, hal itu bisa berpotensi terjadinya penularan terhadap pegawai hotel maupun pengunjung yang lain. Bahkan penularan bisa terus berlanjut apabila penyebaran itu tidak segera diputus.

"Makanya harus kita putus rantainya," tegas dia.

Untuk mencegah hal itu, Satgas Covid-19 di 31 kecamatan Surabaya juga diminta agar bergerak di wilayahnya masing-masing. Mereka diminta intens melakukan pengawasan hotel atau penginapan untuk memastikan kesehatan para pengunjung yang lebih dari tiga hari menginap.

Guna memperkuat itu lanjutnya, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran terkait kewajiban bagi pengelola hotel atau apartemen untuk melaporkan pengunjung atau tamu yang menginap tiga hari atau lebih.

Surat edaran bernomor 433.2/1308/436.8.4/2021 tersebut, ditandatangani langsung oleh Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana pada 11 Februari 2021.

Adapun isi dari surat edaran tersebut yakni: "Dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Surabaya, bersama ini disampaikan kepada saudara apabila terdapat tamu/pengunjung yang tinggal 3 hari atau lebih di tempat/usaha yang saudara kelola untuk segera melaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya,".

Laporan juga disampaikan kepada Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya atau Kantor Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya.

Surat edaran ini ditujukan kepada Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur dan Ketua Assosiasi Building Manager Jawa Timur. Surat yang sama juga ditujukan kepada pemilik/pengelola hotel, pemilik/pengelola apartemen, pemilik/pengelola guest house/homestay/penginapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini