Selat Valentine, Sepotong Surga di Maluku

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 408 2361765 selat-valentine-sepotong-surga-di-maluku-f5mjYFZOlL.jpg Selat Valentine di Maluku (iwita.id)

SELAT Valentine dengan keindahan yang menakjubkan adalah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Selat ini berada di antara Pulau Buano dan Pulau Pua, Kecamatan Waisala.

Nama Valentine pada selat tersebut konon diberikan oleh seorang tentara Belanda pada masa penjajahan. Menurut penuturan masyarakat setempat, Selat Valentine memang menjadi tempat persembunyian kapal-kapal Belanda yang dikejar oleh kapal musuh.

Baca juga:  Valentine's Day, Ini 5 Destinasi Romantis di Indonesia untuk Dinikmati Bersama Pasangan

Selat Valentine juga dikenal masyarakat Pulau Buano sebagai laut Halawane. Terdapat cerita yang melegenda di sekitar masyarakat lokal. Katanya, selat tersebut merupakan salah satu Negeri Pertama yang ditinggali Henaolu dan dipimpin Latu Halawane.

Kuburan tua dan beberapa peninggalan sejarah bekas Negeri Halawane dapat pengunjung temukan di sini.

 

Memiliki letak geografis yang cukup unik membuat kondisi air dalam Selat Valentine menjadi tenang seperti sebuah danau yang tak memiliki gelombang. Padahal arus air disekitar Pulau Buano diketahui sering bergelombang.

Wisatawan Pulau Buano atau Pulau Pua bisa berenang dan bermain wahana air dengan aman di Selat Valentine. Bahkan, Anda diperbolehkan untuk menyelam dan menengok kehidupan bawah laut Selat Valentine.

Baca juga:  Fakta-Fakta Menarik Sejarah Hari Valentine, Milenial Wajib Tahu!

Daya tarik utama Selat Valentine adalah jajaran gunung dan perbukitan serta tebing-tebing batu yang berdiri kokoh seolah penjaga perbatasan antara daratan dengan laut. Sesaat memasuki area selat saja pengunjung sudah disapa oleh gerbang batu yang menambah kesan dramatis dan eksotis surga tersembunyi ini.

Air di selat Valentine yang sangat biru dan jernih tidak pernah gagal menghipnotis pengunjung agar mau menceburkan diri. Hamparan pasirnya pun putih nan halus.

Selain berwisata bahari, pengunjung dapat mendaki Gunung Haulisi’i dan memanjakan mata dengan keindahan Selat Valentine dari ketinggian. Atau, menikmati kehidupan di dusun nelayan seperti Dusun Huhua.

Jika beruntung, maka Anda akan bertemu dengan burung endemik Selat Valentine yakni kehicap buano yang hanya muncul dengan ritual khusus.

Untuk sampai ke Selat Valentine Anda dapat berangkat dari jantung Kota Piru menuju pelabuhan laut di Dusun Pelita Jaya, Masika Jaya, Desa Waisala, maupun Desa Soleh. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan air yang dapat disewa dengan biaya 1 hingga 2 juta rupiah.

Meski belum ada fasilitas pendukung seperti penginapan, masyarakat lokal Pulau Buano sangat ramah. Kedatangan wisatawan akan selalu disambut dengan baik dan hangat. Mereka juga menjadikan rumahnya sebagai Homestay untuk tempat bermalam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini