4 Tahun 'Mati Suri', Bandara Arung Palakka Bone Akan Kembali Beroperasi

Antara, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 406 2362060 4-tahun-mati-suri-bandara-arung-palakka-bone-akan-kembali-beroperasi-fpPSShFUJv.JPG Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meninjau Bandara Arung Palakka di Bone (Foto: Biro Humas Pemprov Sulsel)

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) merancang Bandara Arung Palakka di Kabupaten Bone untuk bisa melayani pesawat ATR. Proyek itu nantinya akan memperbaiki akses jalan masuk dan pemerintah pusat akan memperpanjang runway dari 1.200 meter menjadi 1.600-1.700 meter.

"Kami ini lagi merancang Sulsel terkoneksi termasuk Bandara Bone, ini sebenarnya bandara yang paling potensial. Kalau kita lihat dari segi lokasi, di antara seluruh bandara yang ada. Bone ini bisa kita jadikan hub," jelas Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Jika sebelumnya bandara ini hanya bisa dengan pesawat caravan menjadi kendala dari sisi operasi. Selanjutnya, akan melayani pesawat Jenis ATR-72 bahkan pengembangan lebih jauh dapat dilandasi pesawat jenis Boeng.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Bone Nurdin Abdullah menggunakan helikopter dari Makassar dan mendarat di Bandara Arung Palakka yang dulunya bernama Bandara Mappalo Ulaweng.

Baca juga: Inilah Maskapai Penerbangan Pertama yang Seluruh Awak Kabinnya Sudah Divaksin Covid-19

Nurdin mengaku akan meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar runway diperpanjang hingga 2.100 meter. "Kalau bisa 2.100 meter, Boeing sudah bisa masuk di sini," sebutnya.

Sejauh ini, menurut Nurdin, subsidi tiket diberikan untuk beberapa penerbangan di Sulsel, termasuk nantinya di Arung Palakka. Dengan demikian juga akan dibangun kembali terminal. Bandara ini dikoneksikan dengan bandara di Makassar, Selayar, Bira, Bua hingga Masamba dan Toraja.

"Kalau ini sudah terkoneksi semua kita ingin Bone ini akan terhubung juga ke Palu dan Kalimantan karena memang Bone ini strategis sekali, apalagi perpanjangan runway tidak sulit. Jadi sekarang bandara ini sudah 60 hektare, kalau memang dibutuhkan perluasan lagi Insya Allah kita bisa bantu," jelasnya.

Bandara Arung Palakka terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, mulai dibangun secara bertahap pada tahun 2007 dan baru beroperasi tahun 2013. Ini diharapkan menjadi gerbang utama transportasi udara bagi empat kabupaten di sekitarnya, yaitu Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai.

Baca juga: 2 Maskapai Uni Emirat Arab Terapkan Travel Pass, Ini Fungsinya

Bandara ini sempat difungsikan dan terhenti pelayanan penerbangan komersialnya sejak empat tahun lalu. Bandara tersebut dari segi teknis tetap siap beroperasi.

Kepala Kantor wilayah Otoritas Bandara (Kaotban) Wilayah V Makassar, Sulawesi Selatan, Baitul Ikhwan mengatakan, bandara ini secara operasional baik dan siap beroperasi. Meski dalam empat tahun sempat 'mati suri'.

"Namun berdasarkan regulasi tentang ketentuan kita selalu dalam posisi standby, baik dalam posisi tenaga personel, kelengkapan peralatannya, maupun operasionalnya yang dalam 24 jam harus siap siaga. Walaupun tidak ada penerbangan, posisi kita harus standby," kata Ikhwan.

Kajian Kemenhub dari sisi demand, bandara ini cukup menjanjikan baik dari jumlah penduduk maupun dari perekonomian. Bandara ini akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama dengan runway 1.200 meter, tahap kedua 1.600 meter dan pengembangan selanjutnya pada tahap tiga.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Andi Hidayat Pananrangi menyampaikan bahwa dengan dukungan Pemprov Sulsel adalah salah satu indikasi mendukung kembali untuk mengaktifkan Bandara Arung Pallaka.

Bandara ini bisa menjadi bandara penyangga untuk Bandara Sultan Hasanuddin melihat kondisi kepadatan yang bisa dialihkan ke Bandara Arung Pallaka. Kedua, populasi penduduk Bone terbesar kedua di Sulsel.

"Juga untuk kabupaten penyangga yang lebih dekat. Seperti Sinjai, Soppeng dan Wajo. Masyarakat Bone dan masyarakat Kabupaten sekitar itu banyak melakukan usaha ekonomi di luar Sulawesi. Seperti ke Kalimantan, Jawa, Maluku dan Papua. Dengan terbukanya akses akan memudahkan akses mereka," ucap Andi.

Hal penting lainnya lagi pada peningkatan sumber daya pendapatan kabupaten. Menurut segi historisnya, bandara ini adalah cenderamata putra asli Bone, yakni mantan Wakil Presiden RI, HM Yusuf Kalla.

"Waktu menjadi Wakil Presiden di periode Pak SBY. Itu cenderemata beliau dengan ukuran teknis maupun ukuran ekonominya bahwa Bone ini memang bersyarat ada bandara," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini