Phuket Kembali Dibuka Tahun Ini, Pelancong Harus Sudah Divaksin Covid-19

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 406 2362088 phuket-kembali-dibuka-tahun-ini-pelancong-harus-sudah-divaksin-covid-19-tcUuUFtmT9.JPG Ikon wisata populer Thailand, Pantai Phuket (Foto: Instagram/@Abdulla)

PEMERINTAH Thailand akan kembali membuka akses kepada wisatawan yang hendak berlibur ke salah satu pulau populernya, Phuket, tanpa harus menjalani karantina wajib selama 14 hari. Namun, para pelancong yang datang harus sudah menerima vaksin Covid-19.

Rencananya, pemerintah setempat akan kembali membuka pintu bagi wisatawan yang telah divaksinasi pada 1 Oktober 2021 mendatang. Tujuannya jelas, untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 ini. Rencana tersebut dinamakan sebagai 'Phuket First October'.

"Ini akan memungkinkan ribuan orang Eropa yang telah divaksinasi menghabiskan waktu musim dingin mereka di Phuket seperti biasanya," kata Presiden Asosiasi Turis Phuket, Bhummikitti Ruktaengam kepada Bloomberg.

Baca juga: Liburan ke Thailand, Yuk Kunjungi 5 Pantai Cantik di Phuket

Namun dari data yang dituliskan oleh Tim Phuket seperti dikutip dari Nation Thailand, tertulis adanya persyaratan karantina bagi wisatawan yang tidak divaksin dengan vaksin Sinovac atau AstraZeneca.

Apalagi pulau tersebut juga berupaya untuk menyediakan vaksinasi Covid-19 setidaknya untuk 70 persen dari penduduknya yang rencananya akan divaksin penuh pada September 2021.

Hal itu diupayakan untuk membangun kekebalan imun sebelum dibukanya kembali pintu perjalanan wisata untuk wisatawan yang telah divaksinasi mulai 1 Oktober mendatang.

Baca juga: Backpacker ke Thailand, Yuk Jelajahi Kawasan Kota Tua Phuket

Tim Phuket telah bernegosiasi untuk membeli vaksin dari jaringan rumah sakit swasta. Jika pemerintah menyetujui pedoman sektor swasta, mereka akan mulai memberikan suntikan dosis pertama vaksin Sinovac sebelum festival Songkran, yang digelar pada April mendatang.

Mereka sepakat untuk pemberian vaksin tersebut kepada karyawan, terutama di sektor pariwisata, mereka akan membayar sendiri vaksin itu. "Untuk masa depan, kami harus berinvestasi pada diri kami sendiri," ujar Bhummikitti.

Selain itu, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Piphat Ratchakitprakarn juga akan membahas tentang permintaan 5 juta dosis vaksin untuk industri pariwisata dan mendorong paspor vaksin untuk kemungkinan datangnya para wisatawan ke negara tersebut pada kuartal ketiga tahun ini.

Piphat akan membahas permintannya tersebut bersama dengan Perdana Menteri Jenderal Prayut Chan-o-cha. Nantinya, setengah dari dosis vaksin yang dimintanya itu untuk karyawan di sektor pariwisata yang memiliki risiko penularan tinggi, misalnya mereka yang bertugas untuk menyambut para wisatawan asing, seperti staf hotel, staf restoran, pengemudi perjalanan, dan staf spa.

Fokus tujuannya ialah terhadap tujuh kota wisata utama, seperti Chonburi, Bangkok, Chiang Mai, Phuket, Krabi, Surat Thani, dan Songkhla. Bahkan, Thailand telah menargetkan setidaknya ada 5-10 juta pengunjung yang akan datang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini