Seollal, Perayaan Imlek di Korea Selatan Sambil Makan Sup Penambah Umur

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 406 2362266 seollal-perayaan-imlek-di-korea-selatan-sambil-makan-sup-penambah-umur-FtxV4h7gIZ.jpg Sup penambah umur. (Foto: Instagram kimchihalfie)

MERAYAKAN Imlek tentu memliki tradisi yang berbeda-beda di setiap negara. Seperti halnya di Korea Selatan yang dikenal dengan istilah Seollal.

Tahun ini, Seollal jatuh pada 12-14 Februari. Artinya, masyarakat Korea Selatan memanfaatkan tiga hari libur nasionalnya dengan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga serta orang terdekat.

Biasanya masyarakat Korea Selatan akan mengenakan pakaian tradisional mereka yakni Hanbok sehari sebelum Seollal, kemudian melakukan ritual sebae atau membungkuk kepada orang tua sebagai tanda hormat sambil mengucapkan "saehae bok manhi badeuseyo" (새해 복 많이 받으세요) yang artinya semoga mendapat banyak keberuntungan di tahun baru.

Baca Juga: Potret Imlek Tanpa Pesta di China

imlek

(Foto: Public Communications Office of Ministry of Culture, Sports and Tourism)

Keesokan paginya, barulah mereka akan mengumpulkan seluruh anggota keluarga untuk berkumpul di satu ruangan melakukan charye atau pemujaan terhadap arwah leluhur sekaligus menyuguhkan aneka macam hidangan terbaik di meja untuk para arwah leluhur.

"Biasanya di meja panjang ada makanan, minuman, buah-buahan, dan ada alkohol juga. Ini semua disiapkan oleh anak laki-laki tertua di setiap keluarga", dikutip Okezone dari channel YouTube Afi Lee.

Selesai berdoa, masyarakat Korea Selatan akan menyantap makanan tradisional tteoguk dan jeon sebagai sajian utama. Tteoguk merupakan sup kue beras, sedangkan jeon adalah dadar tepung terigu.

Tteoguk itu sendiri memiliki kuah bening yang umumnya dibuat dari air hasil rebusan daging sapi, ayam, babi, atau seafood, semakin nikmat jika ditambah saus ganjang khas Korea.

Menurut kepercayaan yang beredar di masyarakat Korea Selatan, memakan semangkuk tteoguk akan bertambah setahun lebih tua umur seseorang, karena pembuatan tteok atau kue beras memanjang seperti tali, berartikan umur yang panjang.

Tak hanya menyantap hidangan lezat, permainan rakyat khas tradisional Negeri Gingseng tersebut pun dijadikan sebagai hiburan, diantaranya yeonnalligi (menerbangkan layangan), tuho (melempar panah), neolttwigi (jungkat jungkit) dan yutnori (bermain stik kayu).

Sechan juga sudah menjadi suatu kewajiban perayaan Imlek, yaitu dengan saling memberikan hadiah berupa makanan dan minuman kepada kerabat atau memberikan uang angpao sambil mengungkapkan harapan cita-cita dan kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini