Wisata Kuliner di Banda Aceh, Yuk Cicipi Sate Matang hingga Kue Timpan

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 301 2363093 wisata-kuliner-di-banda-aceh-yuk-cicipi-sate-matang-hingga-kue-timpan-hquE4oKVKh.jpg Sate matang khas Aceh. (Foto: Instagram @makanmana)

WISATA kuliner di Banda Aceh sangatlah beragam. Rasa rempah-rempah yang kuat menjadi salah satu ciri dari kuliner Aceh.

Anda pasti sering mendengar tentang mi Aceh dan ayam tangkap. Keduanya sudah dapat ditemukan dengan mudah di Banda Aceh.

Bukan itu saja, kota yang dijuluki Serambi Mekkah ini masih punya banyak kuliner lain yang rasanya tak kalah enak. Dirangkum dari beberapa sumber, Okezone telah menyiapkan daftar makanan yang wajib dicoba saat Anda berkesempatan singgah di Aceh.

Kuah Beulangoeng

 kuliner

Kuah Beulangoeng adalah kari khas Aceh Besar. Menyajikan makanan ini sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh saat menyambut musim tanam padi tiba. Sebelum turun ke sawah, masyarakat akan mengadakan selamatan terlebih dahulu untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar hasil padinya bagus. Namun kini Kuah Beulangoeng dapat ditemukan di warung dan restoran-restoran di Aceh.

Kuah Beulangong biasanya disajikan dengan potongan daging ayam, sapi, atau kambing. Kuah Beulangong dimasak di atas belanga atau sebuah kuali besar. Satu belanga dapat menampung sekira 200 porsi. Berdasarkan alat masak yang digunakan, nama Beulangoeng muncul.

Keunikan Kuah Beulangoeng ada pada proses memasaknya. Jenis kuliner ini hanya boleh dimasak oleh laki-laki saja. Selain itu, kuah dari Kuah Beulangoeng juga sangat unik. Berbeda dengan kari lainnya, Kuah Beulangoeng tidak menggunakan santan, melainkan kelapa yang diparut dan dioseng bersama bumbunya saja.

Baca Juga: Pelesir ke Aceh Barat, Yuk Cicipi Lezatnya Mi Kepiting Bakau Khas Meulaboh

Sate Matang

kuliner

(Foto: Instagram @kulineratjeh)

Makanan khas Aceh satu ini berbahan dasar daging kambing atau sapi. Meskipun bernama sate, daging yang digunakan diungkep dengan bumbu-bumbu terlebih dahulu sebelum dibakar. Pemberian nama Sate Matang diambil dari asal daerah makanan ini, yakni Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Menyantap Sate Matang akan sangat lengkap jika ditemani dengan nasi dan kari. Perpaduan cita rasa antara bumbu kacang yang manis, kari yang gurih, dan dagingnya yang empuk akan membuat lidah Anda bergoyang. Tak aneh jika masakan satu ini masuk ke dalam daftar kuliner warisan dunia UNESCO.

Kuah Pliek U

Kuah Pliek U merupakan khas Aceh yang kuahnya berupa santan. Masakan ini serupa dengan gulai. Perbedaannya ada pada isi dan kuahnya yang dibuat dengan bumbu-bumbu khusus. Banyak yang mengatakan bahwa Kuah Pliek U sudah menjadi favorit warga Aceh sejak zaman dahulu. Namanya diambil dari salah satu bumbu dasar dalam proses pembuatan yaitu Pliek U. Bumbu dasar itu adalah sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas dan dijemur.

Keunikan Kuah Pliek U ada pada aroma dan cita rasa yang khas pada kuahnya. Karena menggunakan bermacam-macam sayuran sebagai isinya, Kuah Pliek U punya banyak kandungan vitamin dan gizi. Kuah Pliek U dipercaya dapat meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh.

Dendeng Aceh

Keempat ada Dendeng Aceh. Makanan ini biasanya dijadikan buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Bahan baku yang digunakan adalah irisan tipis daging sapi. Sebelum dimasak, irisan tersebut dikeringkan dan dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah pilihan terlebih dahulu untuk menciptakan aroma dan rasa yang khas.

Dendeng Aceh tersedia dalam rasa gurih dan manis. Menyantapnya paling cocok dengan nasi panas. Dijamin Anda pasti tidak ingin berhenti makan.

Adee Meureudu

Adee Meureudu adalah kue yang hanya dapat ditemukan di Aceh, khususnya kawasan Pidie Jaya. Kue ini juga dikenal dengan nama Bikang Aceh. Ciri khas dari Adee Meureudu adalah aromanya seperti bawang goreng. Hal ini karena sebelum dipanggang, adonan kue ditaburi bawang goreng dulu.

Bahan pembuatan Adee Meureudu sendiri adalah tepung terigu dan singkong. Oleh karenanya, kue ini juga memiliki rasa yang gurih. Adee Meureudu semula menjadi kudapan khas Ramadhan, hari raya, atau perayaan-perayaan penting. Namun sekarang Adee Meureudu bisa ditemukan kapan saja.

Timpan

  timpan

Selain Adee Meureudu, camilan khas Aceh yang tak kalah terkenal adalah timpan. Makanan ini selalu dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Pembuatan timpan membutuhkan tepung beras, santan kelapa, pisang dan masih banyak lagi. Adonan timpan yang sudah dibuat akan dibalut dengan daun pisang muda, lalu dikukus.

Isi dari timpan beragam, mulai dari nangka, srikaya, pisang raja, ubi, hingga labu. Masyarakat Aceh menganggap Timphan adalah kudapan yang wajib ada di Hari Raya untuk dinikmati bersama keluarga dan disuguhkan kepada para tamu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini