Waspada! 5 Jenis Penipuan Sering Menimpa Turis dan Cara Menghindarinya

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 406 2363002 waspada-5-jenis-penipuan-sering-menimpa-turis-dan-cara-menghindarinya-R3lgA5Cpks.jpg Turis di salah satu objek wisata di Bangkok, Thailand (pattayamail.com)

PADA dasarnya penipuan dapat terjadi di mana saja. Pada destinasi wisata misalnya, penipu biasanya beraksi menyasar wisatawan atau turis dengan beragam modus. Contohnya di Thailand.

Ketika berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Thailand terutama objek wisata terkenal, Anda harus berhati-hati karena penipu sering berkeliaran dan bisa saja membahayakan anda.

Baca juga: Bertamasya ke Pulau Ayam yang Viral Dijual, Ini Sederet Aktivitas Bisa Dilakukan

Berikut jenis-jenis penipuan yang sering menimpa wistawan saat di Thailand dan cara menghindarinya sebagaimana dilansir Okezone dari channel Youtube Regent #ThaiTube ID.

1. Grand Palace Ditutup

Ketika berkunjung ke Grand Palace hati-hati dengan orang yang berkeliaran di sekitar Istana. Biasanya pelaku akan menghentikan turis dan mengatakan bahwa Grand Palace sedang ditutup dengan alasan acara kerajaan dan berbagai alasan lainnya.

Padahal nyatanya Grand Palace buka saat itu. Mereka akan mengarahkan turis itu untuk ke temple yang lebih kurang terkenal dan meminta pengunjung untuk membayar mereka. Tentunya dengan uang yang tak sedikit.

ilustrasi

Khao San Road Thailand (Shutterstock)

Mereka juga akan mengajak turis itu untuk berkeliling ke tempat-tempat souvenir dengan tuk-tuk (becak Thailand) dengan ongkos yang lebih mahal.

Di Thailand, guide wisata haruslah punya sertifikat khusus dan orang yang biasanya berkata bahwa Grand Palace ditutup adalah guide illegal.

“Kalau kalian ketemu orang terus bilang kalau Grand Palace ditutup, kalian enggak usah dengerin. Kalian tetep masuk ke Grand Palace dan make sure beneran tutup atau enggak. Jadi masuk aja,” bunyi video di channel Youtube Regent #ThaiTube ID.

2. Pedagang Kaki Lima di Sekitar Candi

Yang kedua yang wajib diwaspadai adalah pedagang kaki lima yang tak punya kios. Biasanya mereka berkeliling di sekitar candi menawarkan dagangannya bisa berupa kaos, celana, pernak-pernik dan lainnya.

Ketika berkunjung ke wat atau candi di Thailand, pengunjung diharuskan memakai baju yang tertutup. Tidak boleh mengenakan celana pendek dan tak boleh pakai baju lengan pendek bagi perempuan.

Pedagang kaki lima ini akan menawarkan ke turis untuk membeli dagangan mereka dengan harga yang lebih mahal jika pengunjung itu tidak bisa masuk.

3. Taxi Tidak Berargo

Penipuan macam ini sering terjadi di tempat wisata terkenal atau yang sedang ramai turis. Taxi penipu ini biasanya akan mematikan taximeternya.

Ketika ditanya mereka akan beralasan bahwa argonya rusak atau sudah berlaku lagi.

Jika mendapat jawaban seperti itu, maka anda lebih baik tidak jadi naik taxi itu karena bisa jadi mereka berbohong dan ingin menaikkan harga taxi sesuai keinginan mereka.

“Kalau misal dari awal udah enggak ada meteran berarti kan udah nggak jujur mending gausah lanjut. Dan kalian jangan langsung masuk ke taxi, kalian ngintip aja dulu dan tanya pakai argo enggak.”

4. Boat Service di Sungai Chao Phraya

Salah satu destinasi wisata terkenal dan banyak dikunjungi di Thailand adalah Sungai Chao Phraya. Pengunjung dapat menikmati sunset yang indah di pinggir sungai maupun dengan kapal.

Namun, anda perlu hati-hati ketika hendak naik kapal. Ketika sampai di sana, banyak orang yang menyetop anda dan menanyai tujuan naik kapal kemana apakah itu ke Asiatique atau ke Icon Siam.

Jika kalian menjawab pergi ke salah satu tempat itu, maka penipu akan meminta kalian untuk membayar ke dia dengan ongkos yang lebih mahal padahal nyatanya kapal itu gratis.

“Kalau kalian misalnya di setop sama orang-orang, kalian bilang, gapapa deh aku liat dulu. Dan terus jalan aja ke ticket counter.”

ilustrasi

Penipuan seperti ini sangat umum terjadi. Dan cara menghindarinya adalah pengunjung bisa melihat pemberitahuan yang sudah banyak tertempel di sekitar area Chao Phraya. Atau bisa menanyakan langsung ke petugas resmi wisata tersebut.

5. Penipuan Mesin ATM

Mesin ATM juga bisa menjadi alat untuk menipu turis. Setiap orang yang melakukan bertransaksi di semua bank di Thailand dikenakan biaya administrasi 220 Baht atau sekitar 110 ribu rupiah sekali tarik.

Layar di mesin ATM sudah menampilkan pemberitahuan akan hal tersebut. Namun, kadang ketika Anda menarik uang, uang yang berkurang hasilnya berbeda.

Misal Anda menarik uang sebesar 480 Baht, uang tetap keluar 480 Baht namun yang tertulis di layar ATM adalah 580 Baht. Hal ini sering terjadi di ATM Bank-bank yang sudah besar sekalipun di Thailand jika anda menggunakan kartu ATM luar Thailand.

Jadi lebih baik, pastikan kartu ATM Anda bekerja sama dengan bank di Thailand atau tukarkan uang Indonesia di Money Changer terlebih dahulu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini