Share

Sandiaga Uno: Pinjaman Rp9,4 Triliun untuk Pariwisata Bali Layak di-Support Total

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 406 2363154 sandiaga-uno-pinjaman-rp9-4-triliun-untuk-pariwisata-bali-layak-di-support-total-b3WS6MUfP6.jpg Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga. (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan stimulus dana hibah, stimulus PEN, program Prakerja, soft loan, serta start up modal usaha ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar cepat bangkit di masa pandemi Covid-19.

Sandiaga Uno telah melaksanakan rapat kerja dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Menko Airlangga didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwiyono Mudiarso dan Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Sandiaga Uno Minta Pejabat Kemenparekraf Laporkan Harta Kekayaannya ke KPK

sandi

Wamenparekraf Angela Herliani Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kurleni Ukar, Deputi Bidang Industri dan Investasi Fajar Utomo juga turut mendampingi Sandiaga Uno.

"Kami membahas secara detail tentang hibah pariwisata pada 2020 dari total Rp3,3 triliun terealisasi 70% atau Rp2,26 Triliun salah satu evaluasinya data yang disiapkan belum terverifikasi dan tervalidasi," ujar Sandiaga Uno.

Sandi menegaskan, proses validasi dan verifikasi masih menjadi pekerjaan rumah Kemenparekraf agar dana hibah ini ke depannya bisa menjangkau lebih banyak lagi hotel dan restoran. Juga para pelaku sektor pariwisata lain, termasuk biro perjalanan wisata, taman rekreasi dan lainnya.

"Tahun lalu 2020 ada sebanyak 6.818 hotel dan 7.625 restoran yang mendapatkan dana hibah pariwisata ini. Pada tahun 2021 akan kita tingkatkan, lanjutkan, dan perluas untuk meningkatkan resiliensi dan ketahanan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19," ungkapnya.

Kemenparekraf tidak ingin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini mengalami kerusakan permanen karena mereka telah melakukan melewati periode likuditas yang sangat minim. Saat ini mereka menghadapi situasi menjual aset mereka ini adalah bentuk kerusakan permanen yang harus dihindari.

"Selain itu kami mendorong program prakerja agar diperluas untuk pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan sedang kita siapkan datanya. Pak Menko Perekonomian menyampaikan siap menampung program pra kerja dengan acuan data yang sudah clean atau sudah net bisa didapatkan segera," tambahnya.

Kemudian terkait program stimulus PEN yang diberikan sebelumnya Kemenparekraf mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan beberapa program bantuan sosial, program padat karya.

"Saya melihat usulan program pinjaman lunak atau soft loan dari Provinsi Bali sebesar Rp9,4 Triliun ini layak di support secara totalitas oleh pemerintah pusat karena kita perlu mempertahankan sektor ini dari collapse," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini