21.984 Wisatawan Sambangi Gunung Kidul saat Libur Panjang Imlek

Antara, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 406 2363161 21-984-wisatawan-sambangi-gunung-kidul-saat-libur-panjang-imlek-Id8akikcuO.JPG Salah satu objek wisata pantai di Gunung Kidul, DIY (Foto: ksmtour)

SEBANYAK 21.984 wisatawan mengunjungi objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur panjang Tahun Baru Imlek pada 12-14 Februari 2021 lalu.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Harry Sukmono mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan pada Jumat, 12 Februari 2021 tercatat 4.557 orang, Sabtu 13 Februari 2021 dan Minggu, 14 Februari 2021 mencapai puncaknya yaitu 10.329 orang.

"Jumlah wisatawan yang berlibur Tahun Baru Imlek 2021 di Gunung Kidul cukup tinggi karena penerapan syarat menunjukkan hasil rapid test antigen tidak ketat. Pengecekan hanya dilakukan secara acak, kalau tidak membawa surat keterangan disediakan lokasi rapid," kata Harry.

Baca juga: 5 Museum Beken di Jakarta, Mana Favoritmu?

Menurut dia, tingginya jumlah kunjungan wisatawan sangat mendongkrak perekonomian di sekitar objek wisata, sehingga diharapkan masyarakat dapat memetik manfaat dengan adanya libur Imlek ini.

"Kami berharap tidak ada klaster penyebaran Covid-19 di sektor pariwisata, sehingga dapat meningkat jumlah pengunjungnya. Kami juga berharap sektor pariwisata dapat mendongkrak ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19," harapnya.

Ia menjelaskan, mulai pekan ini, seluruh objek wisata setiap Jumat ditutup kembali untuk sterilisasi dan pembersihan lingkungan.

"Untuk libur hari besar nasional, Jumat tetap buka. Tetapi Jumat minggu ini ditutup untuk bersih-bersih lokasi dan sterilisasi objek wisata di masa pandemi," kata dia.

Sementara, Sekretaris SAR Limas Wilayah II Baron, Surisdiyanto mengungkapkan, petugas melakukan pengawasan ketat protokol kesehatan di objek wisata. Petugas mengingatkan wisatawan yang tidak memakai masker.

"Kami tegur wisatawan yang tidak memakai masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Kami juga melakukan pengawasan wisatawan yang mandi di bibir laut. Kami berharap sektor wisata segera pulih kembali," kata Surisdiyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini