Share

Benahi Pariwisata Danau Toba, Kemenparekraf Usul Pembangunan Jogging dan Walk Path

MNC Media, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 406 2363213 benahi-pariwisata-danau-toba-kemenparekraf-usul-pembangunan-jogging-dan-walk-path-MvezHBv9lO.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar penataan komprehensif dari berbagai sektor perlu dilakukan secara komprehensif untuk membangkitkan sektor pariwisata di kawasan wisata Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat melaksanakan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi terkait penataan kawasan dan bangunan di sekitar Danau Toba, Selasa (16/2/2021).

"Kami menyampaikan beberapa data hotel di Danau Toba yang perlu dibuat penataan lebih komprehensif mengacu pada penataan yang sukses seperti Lake Geneva ada Veve di Switzerland dimana bukan hanya dari segi infrastruktur tapi juga ekonomi kreatif seperti festival kesenian dan budaya yang mampu menarik wisawatan," ujar Sandiaga Uno.

Dirinya membayangkan area di sekitar Danau Toba seperti di Prapat, Humbang Hasundutan Tapanuli Utara, Balige dapat dibuat program-program yang memiliki kemampuan mendorong ekonomi kreatif.

"Dengan kolaborasi penyelenggara travel online, kunjungan pariwisata ke Danau Toba bertambah di masa pandemi 2020 dibandingkan pada 2019. Untuk itu kita harus berbenah diri. Pastikan hotel-hotel melakukan persiapan tidak hanya infrastruktur kamar dan fasilitas listrik, limbah, air dan sebagainya juga SDM-nya harus ditingkatkan," tambah Sandiaga.

Baca juga: Menjadikan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Terpadu Super Prioritas

Kemenparekraf juga sepakat menunjuk ibu Anneth PHRI Samosir untuk menjadi pemegang pemangku kepentingan kunci untuk meningkatkan SDM pariwisata di Danau Toba.

Rapat Kerja Pengembangan Danau Toba

"Banyak hotel-hotel di Danau Toba sudah tidak layak. Ini perlu di upgrade sehingga jumlah wisatawan yang meningkat ini tidak kecewa hanya datang sekali tapi bisa berkali-kali jika mendapatkan layanan yang baik," ungkapnya.

Ia juga mendapat masukan dari anggota PHRI di Simalungun untuk mendorong pelarangan truk-truk yang mengangkut beberapa truk logging dan alat berat agar tidak melintasi akses jalan mendekati Prapat Danau Toba.

"Karena di sana tanahnya labil dan parkir minim tempatnya, disitu harus ada solusi dari segi interkoneksi. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mencari lahan parkir Danau Toba," jelas Sandiaga.

Baca juga: Luhut Kunjungi 15 Proyek Pemerintah di Danau Toba

Ia meyakini Danau Toba sebagai Caldera of The King bisa terus berbenah dan memastikan wisatawan domestik dapat menikmati Danau Toba.

"Kami juga akan mengusulkan pelibatan PHRI, Kadin, Asosiasi GM, Komunitas, HIPMI, kami mengusulkan agar jumlah 6 restoran dan 16 hotel yang baru disertifikasi penerapan CHSE di Danau Toba ditingkatkan lagi," tambahnya.

Pihak Kemenparekraf juga sudah menerbitkan sebuah buku direktori usaha pariwisata Danau Toba bekerja sama dengan BDODT.

"Usulan kami yang kongkrit adalah menghadirkan jogging dan walk path atau paving di sempadan Danau Toba. Sehingga sempadan Danau Toba ini bebas dari bangunan dan dapat di akses publik. Ini merupakan bagian dari kesetaraan untuk dapat menikmati keindahan Danau Toba," tutur dia

Kemudian hotel-hotel di sekitar Danau Toba juga harus memiliki pengolahan limbah, yang terpadu tidak mencemari danau Toba. Khusus di Pantai Prapat, Pantai Bebas, Hapsari, Inaprapat dan lain-lain bisa menggunakan saluran instalasi pembuangan air limbah yang sedang dibangun oleh Cipta Karya Kementerian PUPR.

"Kami ingin hotel menginformasikan tamu hotel atau manifest yang akan berwisata langsung dari hotel menggunakan kapal rakyat atau pribadi kepada pusat kontrol pelayaran Danau Toba yang berada di Pelabuhan Ajibata. Ini penting untuk protokol kesehatan dan keamanan. Kemenparekraf berharap agar kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan lingkungan di Danau Toba bisa dijaga dengan baik," jelas Sandiaga.

Perihal usulan membangun cable car atau kereta gantung antara Tomok dan Silahosa sepanjang 1-2 kilometer. Menparekraf mengusulkan bisa dilakukan dengan kerja sama dengan perusahaan Doppelmayr perusahaan asal Eropa Utara yang banyak menghadirkan solusi dengan pendekatan Publik Private Partnership (PPP).

"Kita juga akan mengembangkan spot-spot Instagramable dan cocok untuk TikTok konten di Danau Toba. Kita kemarin sudah melihat hutan ginjang dan salah satu yang akan kami tinjau Minggu ini adalah Adian Ngalambong ini bentuk kerjasama Publik Private People Partnership karena melibatkan komunitas dan dunia usaha," sambung mantan Wagub DKI Jakarta ini.

"Mudah-mudahan keberangkatan kami akhir Minggu ini dengan konsep weekend in Toba bisa terus meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di danau Toba," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini