Gorila di Kebun Binatang Ini Akhirnya Sembuh dari Corona

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 406 2363567 gorila-di-kebun-binatang-ini-akhirnya-sembuh-dari-corona-kMCVqnlJq3.jpg Dua gorila positif terinfeksi COVID-19 di Taman Safari Kebun Binatang San Diego, California, Amerika Serikat (Reuters)

BEBERAPA gorila di Taman Safari San Diego, California, Amerika Serikat yang positif terinfeksi virus corona pada Januari 2021, kini dinyatakan sembuh. Gorila itu sudah bisa disapa kembali oleh pengunjung kebun binatang.

“Kami sangat berterima kasih atas curahan perhatian dan dukungan yang kami terima sementara pasukan pulih dengan selamat,” kata Lisa Peterson, Direktur Eksekutif Kebun Binatang San Diego dilansir dari NBC San Diego, Rabu (17/2/2021).

“Kami sangat senang dapat berbagi kegembiraan yang dibawa pasukan tercinta ini ke komunitas kami dan untuk tamu kami.”

Baca juga: Batuk-Batuk di Kebun Binatang, 2 Gorila Ini Ternyata Positif COVID-19

Beberapa gorila dinyatakan positif mengidap SARS-CoV-2 pada 11 Januari. Satwa tersebut langsung diawasi ketat setelah beberapa gorila menunjukkan gejala termasuk batuk ringan, hidung tersumbat, keluarnya cairan dari hidung dan kelesuan intermiten, seperti yang dilaporkan oleh Kebun Binatang San Diego Global (SDZG).

Menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), beberapa spesies hewan telah menunjukkan kerentanan terhadap virus melalui infeksi eksperimental, dan dalam keadaan alami saat bersentuhan dengan manusia yang terinfeksi.

Ada juga bukti bahwa hewan yang terinfeksi dapat menularkan virus ke hewan lain secara alami melalui kontak, seperti penularan dari hewan mink ke mink, dan penularan mink ke kucing.

Infeksi hewan dengan SARS-CoV-2 berdampak pada kesehatan hewan dan manusia, kesejahteraan hewan, konservasi satwa liar, dan penelitian biomedis.

Namun, tidak semua spesies rentan terhadap SARS-CoV-2. Sampai saat ini, temuan dari studi infeksi eksperimental menunjukkan bahwa unggas dan sapi tidak rentan terhadap infeksi.

Oleh karena itu, populasi hewan yang rentan dalam kontak dekat dengan manusia harus diawasi secara ketat. Merebaknya virus ke spesies hewan baru dapat mempercepat evolusinya, yang berpotensi berdampak pada strategi pengawasan dan pengendalian.

Selain itu, upaya konservasi juga dapat rusak dengan masuknya virus ke populasi hewan yang terancam punah. Hal ini menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami risiko ini sepenuhnya.

Organisasi konservasi bergabung dengan lebih dari selusin pemimpin lokal, negara bagian, dan nasional di komunitas medis, ilmiah, zoologi, dan kesehatan masyarakat untuk merawat gorilla tersebut.

Setelah berhasil disembuhkan, para tamu kini dapat mengunjungi pasukan gorila di rumah mereka di Hutan Gorilla Taman Safari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini