Penataan Kawasan Wisata Monumen Perjuangan Rakyat Hampir Rampung

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 406 2363827 penataan-kawasan-wisata-monumen-perjuangan-rakyat-hampir-rampung-sjaJK0PvA9.JPG Kawasan Monumen Perjuangan Rakyat di Palembang (Foto: Antara/Aziz Munajar)

PENATAAN kawasan wisata sejarah Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di tengah Kota Palembang, Sumatra Selatan saat ini telah mencapai 95 persen. Pengerjaan itu diperkirakan rampung akhir Februari 2021 mendatang.

Koordinator konsultan supervisi penataan Monpera, Hendri mengungkapkan, pengerjaan fisik masih menyisakan pemasangan air mancur menari, jalur olahraga, dan grass block.

"Kami harus mendatangkan ahli dari Jakarta untuk pemasangan air mancur menari karena di Palembang tidak ada ahlinya dan itu jadi salah satu kendala progres penataan," kata dia, Rabu. 17 Februari 2021.

Baca juga: Viral Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat

Penataan kawasan Monpera dimulai sejak Oktober 2020 dengan menelan dana Rp8,5 miliar yang bersumber dari APBD Kota Palembang 2020, pengerjaan fisik terbilang molor karena target awal semestinya selesai pada Desember 2020.

Hendri mengaku keterlambatan pengerjaan fisik tersebut karena faktor cuaca akibat intensitas hujan yang meningkat, namun pihaknya kini tengah mempercepat sisa pengerjaan.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Sumsel, Aminuddin mengatakan, tampilan baru kawasan Monpera akan menyajikan atraksi utama berupa air mancur menari dengan permainan lampu warna-warni, sehingga mempercantik bangunan Monpera setinggi 17 meter tersebut saat malam hari.

"Kami tambahkan juga dua replika aliran air yang menggambarkan Sungai Musi dan Sungai Batanghari sebagai representasi kebudayaan," tuturnya.

Selain itu, dua pergola atau peneduh berbentuk petak berjajar juga akan dipasang dekat bangunan monumen dengan ditambah lampu, serta penataan taman di sekeliling Monpera. Aminudin menyebut, penataan Monpera terinspirasi tata lanskap Masjid Istiqlal di Jakarta.

Sementara terkait molornya target penyelesaian pengerjaan fisik, ia menyebut kontraktor akan dikenakan denda sebagai konsekuensi karena pengerjaan melewati batas tahun anggaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini