Menikmati Pesona Wisata Gurun di Kota Najran Arab Saudi

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 408 2363502 menikmati-pesona-wisata-gurun-di-kota-najran-arab-saudi-D8hoFhDWTm.jpg Gurun pasir di Najran, Arab Saudi (SPA/Arab News)

KOTA Najran di tepi Empty Quarter merupakan salah satu gurun pasir terbesar di dunia. Kawasan tersebut dengan cepat menjadi tujuan wisata paling menjanjikan di Arab Saudi. Pengunjung berdatangan untuk mencari pemandangan bersejarah dan kisah dari generasi sebelumnya.

Antara November dan Maret saat angin musiman mereda, gurun menawarkan petualangan yang menjanjikan bagi pejalan kaki dan pecinta alam. Sebagian wisatawan lainnya lebih menyukai kenyamanan relatif perjalanan darat yang ditawarkan.

Baca juga:  Arab Saudi Larang Berburu Satwa Liar dan Tangkap Ikan Berlebihan

Lautan pasir yang membentang luas dari pegunungan dan cagar alam Al-Arid hingga Uruq Al-Mundafin yang tinggi di Provinsi Yadamah. Rumah bagi vegetasi gurun yang unik, cagar alam ini dianggap sebagai tempat perlindungan bagi sejumlah spesies gurun yang terancam seperti Kijang Arab, Rubah Merah Arab, Burung Unta, Rusa Gondok, dan Burung Bustard Arab.

Pemandu wisata Mohammed Al-Mustanir mengatakan bahwa daya tarik utama bagi pengunjung adalah tradisi sosial yang kaya dan keterampilan bertahan hidup di gurun Suku Badui. Suku Badui sendiri adalah suku pengembara yang berpindah-pindah.

“Berternak unta masih jadi ciri khas mereka dan mereka memelihara ternaknya di wilayah berpasir dari Uruq Bani Zabadah hingga Hamra Nathil,” ujarnya seperti yang dilansir Okezone dari Arab News, Rabu (17/2/2021).

 

Menurut Al-Mustanir, kelompok wisatawan yang mengunjungi Najran dalam dua tahun terakhir menjadikan Empty Quarter dan situs arkeologi sumur Hima sebagai prioritas utama.

“Yang membedakan Empty Quarter dengan gurun lainnya adalah perbedaan warna, bentuk dan ketinggian bukit pasir,” katanya.

 Baca juga: Pesona Pantai Laut Merah, Tempat Liburan Sempurna di Arab Saudi

Tur Al-Mustanir dimulai 15 kilometer dari bandara di titik terdekat ke Empty Quarter di Urq Bani Zabadah, di mana bukit pasir emas bisa menjulang setinggi 80 meter.

Tempat populer lainnya adalah Sharurah’s Hamra Nathil. Berlokasi 400 kilometer dari Najran. Itu adalah lahan penggembalaan penting di gurun dan sering dikunjungi pemilik unta karena rumput yang melimpah. Terdapat pula sumur tua.

“Kakak perempuan saya dan saya ingin melihat pemandangan di seluruh negeri. Najran paling sering Najran yang paling berkesan karena situs sejarah dan arkeologi, prasasti di pegunungan, kastil kuno, dan taman air terjun yang indah,” ungkap Reem Al-Abdali, koordinator proyek di Jeddah yang mengunjungi Najran empat tahun lalu.

Al-Abdali yakin Najran akan berkembang pesat sebagai tujuan wisata, karena orang-orang ingin menjelajahi gurun dan melihat lebih banyak lagi warisan kaya orang Saudi.

“Sayangnya, kami tidak pergi ke Empty Quarter, tapi mungkin di masa depan. Saya yakin investasi di bidang pariwisata pasti akan menarik lebih banyak orang tidak hanya dari luar negeri tapi juga penduduk lokal,” lanjutnya.

 ilustrasi

Bukti sejarahnya yang kaya dapat dilihat melalui sumur tua yang ditemukan di bukit pasir Al-Minkhali dan Umm Al-Wahat, Bersama dengan sumur Khatma yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari Provinsi Khibash.

Sumur-sumur tersebut menjadi saksi banyaknya caravan yang melakukan perjalanan dari selatan ke utara. Sisa-sisa danau kering juga menunjukkan keanekaragaman hayati kawasan itu sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini