5 Tempat Wisata di Banda Aceh Paling Tersohor, Yuk Intip!

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 408 2363772 5-tempat-wisata-di-banda-aceh-paling-tersohor-yuk-intip-kSj3b78oy3.jpg Kota Banda Aceh. (Foto: Instagram bandaacehtourism)

KOTA Banda Aceh berbenah setelah diterpa Tsunami pada 2004 silam. Banda Aceh mulai menata kembali daerahnya dengan sederet tempat wisata yang seru dikunjungi wisatawan.

Pesona Kota Banda Aceh begitu memikat wisatawan. Baik itu wisata sejarah, wisata religi hingga wisata alam ada di Banda Aceh.

Berikut 5 tempat wisata di Banda Aceh yang wajib untuk dikunjungi, dilansir dari laman Banda Aceh Tourism. Yuk simak!

 

Masjid Raya Baiturrahman

Baiturrahman adalah masjid agung yang terletak di jantung kota Banda Aceh. Masjid ini memiliki lima kubah berbentuk bawang berwarna hitam, dua menara tinggi, dinding putih lebar, pilar hias dan empat menara masjid berwarna putih.

Masjid yang berada di Jalan Mohd Jam, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman ini berdiri di atas lanskap hijau yang elegan. Masjid ini juga memiliki kubah hitam arang dari Masjidil Haram. Arsitektur dan ornamennya yang luar biasa bergaya arsitektur Kekaisaran Mughal, India.

“Pelataran masjid yang dipenuhi keramik putih, payung raksasa khas Masjid Nabawi, kolam ikan, serta taman akan memanjakan Anda selama menghabiskan waktu di masjid ini. Di dalam masjid, Anda akan menemukan suasana yang sejuk. Rak berisi Alquran yang tersebar di masjid bakal menjadikan kegiatan itikaf Anda semakin nyaman," Tulis laman Banda Aceh Tourism.

Tepat di sekitar masjid, terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian islami, alat ibadah, perhiasan, buku hingga makanan. Ada juga money changer yang berada tepat di seberang pagar masjid bagian depan. Anda juga bisa menikmati kopi saring robusta manual khas Aceh di beberapa kedai kopi yang berada di samping masjid.

Baca Juga: Tata Destinasi Wisata Unggulan, Pemkot Aceh Bangun 3 Dermaga

Museum Tsunami Aceh

 museum

Museum Tsunami didirikan untuk mengenang peristiwa tsunami 2004 sekaligus pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi. Dokumentasi foto dan audio visual tentang dampak peristiwa dahsyat itu dapat dilihat di museum berbentuk rumah panggung khas Aceh ini.

Jika mengunjungi museum ini, pengunjung wajib merasakan Tur audio visualnya karena bisa menyaksikan gambaran tentang dahsyatnya Tsunami Aceh 2004. Pengunjung akan melewati beberapa ruang yang merefleksikan pengalaman korban tsunami. Mulai dari Space of Fear, Space of Memory, Space of Sorrow, Space of Confuse, dan Space of Hope.

Museum ini memiliki 2 lantai, lantai pertama merupakan area terbuka yang dapat dilihat dari luar dan fungsinya sebagai tempat untuk mengenang peristiwa tsunami. Pada lantai 2 berisi media-media pembelajaran berupa perpustakaan, ruang alat peraga, ruang 4D (empat dimensi), dan souvenir shop.

Tiket masuk museum dari Rp2 ribu hingga Rp10 ribu. Untuk turis asing dikenakan biaya tiket Rp10 ribu. Museum Tsunami Aceh dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Pantai Ulee Lheue

Pantai yang berada di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh ini adalah salah satu tempat favorit masyarakat Banda Aceh untuk bersantai. Menjadi destinasi favorit keluarga, pantai ini memiliki daya Tarik yaitu pemandangan laut biru yang cantik dan suasananya yang damai.

Lokasinya dekat dengan Kota Banda Aceh, sehingga cukup terjangkau dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. Pantai ini juga terkenal memiliki fasilitasnya yang bagus. Tak heran, banyak orang yang menikmati aktivitas menyenangkan seperti duduk menikmati sunset, jalan-jalan di pantai, mengadakan BBQ, dan masih banyak lagi.

Bersebelahan dengan Pantai Ulee Lheue, berdiri Masjid Baiturrahim yang menjadi saksi bisu peristiwa Tsunami Aceh 2004 silam. Dahsyatnya ombak tsunami hampir membuat empat gampong (desa) di sekitar Masjid Baiturrahim rata dengan tanah, namun masjid ini justru hanya mengalami kerusakan sedikit.

Sekitar 250 meter di depan Masjid Baiturrahim, terdapat Kuburan Massal Tsunami Aceh 2004. Terdapat sekitar 14 ribu korban jiwa yang dikubur di kuburan massal ini.

Kerkhof Peutjoet

 aceh

(Instagram maphia_atjeh)

Kerkhof Peutjoet (Peucut) adalah kuburan serdadu Belanda (KNIL) yang tewas pada Perang Aceh dalam rentang tahun 1873 hingga 1904. Pemakaman ini merupakan pemakaman militer belanda terbesar yang berada di luar Belanda dengan luas mencapai 3,5 hektare.

Peutjoet berarti pangeran muda, dan berasal dari nama anak laki-laki Sultan Iskandar Muda. Jasad Peutjoet di kubur di sini setelah dihukum pancung karena dianggap melanggar hukum Islam yang berlaku di Kerajaan Aceh Darussalam.

Diperkirakan 2200 serdadu Belanda dikuburkan di Kerkhof Peutjoet ini, dan beberapa diantaranya berpangkat jenderal, seperti Jenderal Van der Heijden, Jenderal Van Aken, dan Jenderal Kohler.

Uniknya, setiap nisan yang ada di Kerkhof ini menceritakan penyebab meninggalnya seseorang. Ada beberapa keterangan yang ditulis di nisan, yakni overleden berarti meninggal, bisa karena sakit atau akibat lainnya, gesneuveld berarti gugur di medan pertempuran, serta drunken yang berarti tenggelam. Kerkhof ini juga menjadi bukti ketangguhan bangsa Aceh menghadapi penjajahan Belanda.

Boat di atas rumah

Situs ini menampilkan sebuah kapal yang bertengger di lantai dua rumah warga Gampong Lampulo, Banda Aceh, desa terdekat dengan laut. Kapal seberat 20 ton ini diseret oleh gelombang dahsyat ke tengah-tengah pemukiman dan berlabuh di atas rumah warga di Gampong Lampulo. 59 warga berhasil menyelamatkan diri dengan kapal ini dari Tsunami yang menghantam Aceh pada 2004 silam.

Pengunjung akan disuguhi cerita dari para penyintas (korban selamat) tsunami. Di situs tsunami ini tersedia pula pusat informasi, toko souvenir, dan pengunjung juga dapat meminta sertifikat sebagai bukti telah berkunjung ke salah satu destinasi top di Aceh ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini