Kekebalan Komunitas Diyakini Bakal Pulihkan Sektor Pariwisata

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 406 2363956 kekebalan-komunitas-diyakini-bakal-pulihkan-sektor-pariwisata-6kMc9NZqtL.JPG Candi Borobudur, salah satu ikon pariwisata Indonesia yang mendunia (Foto: Instagram/@imannadwa)

ANGGOTA Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron menyebut, herd immunity atau kekebalan komunitas akan memulihkan sektor pariwisata bila telah tercipta di berbagai destinasi wisata populer seperti di Bali.

"Ketika Bali sudah bisa fokus vaksin yang membentuk herd immunity, kemudian Indonesia dinyatakan sebagai negara yang bisa mengendalikan Covid-19, dipastikan bahwa wisatawan akan kembali segera datang," kata Herman.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan vaksin Covid-19 yang kemudian dapat membentuk kekebalan komunitas terhadap kondisi pandemi ini.

Baca juga: Tak Sanggup Hadapi Pandemi, 644 Karyawan Maskapai Ini Dipecat

Politikus Partai Demokrat itu juga menyampaikan harapannya agar kekebalan komunitas dapat direalisasikan secepatnya. Penanganan Covid-19 melalui vaksin, lanjutnya, khususnya Bali bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk kembali berkunjung.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengutarakan harapannya agar pemerintah pusat dapat memberi bantuan pendanaan proyek infrastruktur dalam pemeliharaan dan pengembangan desa wisata di Bali.

"Tentunya infrastruktur yang sifatnya padat karya, yang dapat menyerap tenaga kerja di masyarakat, sehingga mereka bisa tetap bekerja di tengah kondisi pandemi Covid-19," kata Trisno Jumat pekan lalu.

Proyek infrastruktur di desa wisata yang dimaksud seperti akses untuk jalan kaki, saluran air, tempat cuci tangan hingga sarana ticketing.

Menurut Trisno, pengembangan desa wisata setidaknya memertimbangkan tiga hal, yaitu aspek 3A dan 2P yaitu Accessibility (akses pedestrian atau saluran air), Amenities (fasilitas toilet), dan Attractiveness (atraksi seni oleh sanggar atau komunitas setempat). Sedangkan 2P itu yakni People (SDM harus dilatih soal CHSE) dan Promotion (promosi lewat sosial media).

"Kedua, dengan adanya pandemi Covid-19, perlu diperhatikan implementasi aspek CHSE yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan," tuturnya.

Ketiga, perlu didukung dengan integrasi digitalisasi, termasuk dalam sistem pembayaran (ticketing dengan QRIS) dan pendataan pengunjung.

Dirinya berpandangan, dengan sejumlah upaya tersebut, Bali tetap mampu memelihara desa wisata yang dimiliki, di mana hingga saat ini jumlahnya sudah sekitar 155 desa dan tersebar di sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini