Objek Wisata Candi Arjuna di Banjarnegara Kembali Dibuka

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 406 2363959 objek-wisata-candi-arjuna-di-banjarnegara-kembali-dibuka-GRnTnf0Q9E.JPG Candi Arjuna di Banjarnegara, Jawa Tengah (Foto: Okezone.com)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali membuka objek wisata Candi Arjuna yang sempat ditutup untuk wisatawan selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Pekan ini sudah mulai dibuka kembali," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kaisparbud) Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto.

Meski begitu lanjut Agung, pihaknya memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan di objek wisata tersebut telah berjalan dengan baik.

"Kami memastikan bahwa pembatasan pengunjung sebesar 30 persen dari kapasitas normal dan penerapan protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak telah berjalan dengan baik," terangnya.

Baca juga: Pengen Liburan ke Candi Arjuna? Ikuti Sederet Protokol Kesehatan Ini Yuk

Agung menambahkan, pihaknya juga mengimbau pengelola seluruh objek wisata yang ada di Banjarnegara untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Penerapan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan merupakan hal yang utama," katanya.

Pihaknya lanjut Agung, terus berupaya untuk mematuhi kebijakan di sektor pariwisata sebagai bentuk komitmen untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara, pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Chusmeru mengapresiasi langkah Pemkab Banjarnegara dalam penegakan protokol kesehatan di objek wisata.

Baca juga: Begini Cara ke Candi Arjuna di Dieng, Mudah Banget!

Ia mengingatkan bahwa penegakan protokol kesehatan di objek wisata sangat diperlukan guna memutus siklus penularan Covid-19.

Menurutnya, pihak pengelola objek wisata, Satgas Covid-19 di daerah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya perlu memastikan bahwa semua individu yang berada di dalam objek wisata telah menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

"Jika terjadi kerumunan maka perlu ditindak tegas dan dilakukan evaluasi, jika dalam pengawasan dan evaluasi," katanya.

Tanpa adanya protokol kesehatan yang ketat sambung Chusmeru, maka dikhawatirkan terdapat risiko penularan Covid-19 di destinasi wisata.

"Karena itu sosialisasi dan edukasi harus diperkuat, pengawasan dan penegakan peraturan harus dilakukan guna menekan risiko penularan Covid-19," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini