Menko PMK Muhadjir Effendy Sebut Candi Borobudur Bukan Tempat Disucikan

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Februari 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 406 2364003 menko-pmk-muhadjir-effendy-sebut-candi-borobudur-bukan-tempat-disucikan-ax5YKgdkT4.JPG Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Instagram/@muhadjir_effendy)

CANDI Borobudur sudah sejak lama menjadi ikon pariwisata Indonesia dengan segala daya tariknya yang menakjubkan. Selain destinasi wisata, Candi Borobudur juga kerap menjadi pusat kegiatan ritual keagamaan umat Buddha.

Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan Candi Borobudur sebenarnya tidak termasuk tempat yang disucikan agama Buddha.

"Tadi saya minta klarifikasi dengan biksu yang menjadi tokoh agama Buddha di lingkungan Borobudur dan sekitarnya untuk memastikan status Borobudur, apakah semacam tempat yang disucikan atau bukan," kata Muhadjir, Rabu kemarin.

Baca juga: Pelaku Industri Parekraf Diusulkan Masuk dalam Program Prakerja

Candi Borobudur

(Foto: Instagram/@candiborobudur)

Hal itu disampaikan Muhadjir usai meninjau program pemberdayaan dan peningkatan SDM keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Balkondes Kebonsari Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Sebelumnya ia mengunjungi kawasan Candi Borobudur dan bertemu dengan tokoh agama Buddha, Bante Sri Pannavaro Mahathera.

"Tadi sudah diberikan penjelasan pasti bahwa Candi Borobudur tidak termasuk empat tempat disucikan yang tercantum dalam kitab agama Buddha," sambung Muhadjir.

Artinya, Candi Borobudur memang tetap diberi ruang untuk destinasi wisata spiritual khususnya agama Buddha tetapi tidak dijadikan sebagai tempat yang disucikan, karena memang di luar tempat yang tercantum di dalam kitab agama Buddha.

Menurut dia, Candi Borobudur tidak hanya dilihat dari aspek fisik, namun di balik Borobudur juga terdapat situs-situs budaya, situs keagamaan yang harus digali dan direkonstruksi ulang.

"Saya tidak yakin dulu bahwa candi-candi yang ada di sini termasuk Candi Pawon, Candi Borobudur ini tidak memiliki kaitan. Kenapa nenek moyang membangun candi posisinya seperti itu, pasti ada maksud dan tidak mungkin hanya sekadar pantas-pantas saja. Maka harus dikonstruksi lagi atau direka ulang sehingga bisa membangkitkan lagi Borobudur ini sebagai situs ritual dan keagamaan," paparnya.

Muhadjir menambahkan, jika nanti harus dilakukan revitalisasi zonasi di kawasan Candi Borobudur, maka tidak boleh hanya memikirkan aspek keindahan saja, agar pengunjung yang datang lebih ramai.

"Saya kira itu tidak benar, justru harus mengembalikan seperti dulu. Misalnya jangan sampai melakukan penataan apapun sebelum ada penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan, terutama dari segi keagamaan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini