Curhat Pramugari Diajak Pilot Ngamar Bermodus 'Uang Jajan'

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 18 406 2364477 curhat-pramugari-diajak-pilot-ngamar-bermodus-uang-jajan-GR8mjORQnw.jpg Pramugari Laura. (Foto: YouTube Vincent Raditya)

ADA saja pramugari yang mengalami pelecehan di dunia kerja. Bahkan kisah ini dialami pramugari yang digoda oleh pilot di penerbangan sama.

Seorang pramugari bernama Laura diundang oleh Kapten Vincent Raditya untuk berbincang-bincang seputar pengalamannya selama di udara. Ia lantas menceritakan pengalaman yang membuat harga dirinya terasa diinjak-injak.

Kejadian tersebut terjadi ketika ia baru bergabung dengan sebuah maskapai. Saat itu Laura memiliki jadwal selama 3 hari bersama seorang kapten yang tidak disebutkan namanya.

Semua bermula wajar saja. Mereka berkenalan sesuai dengan budaya yang dimiliki oleh kru pesawat. Keanehan mulai Laura rasakan ketika pendaratan di hari pertamanya.

Kapten tersebut mengajak Laura makan bersama. Laura pikir, rekan kerjanya juga akan ikut. Nyatanya hanya berdua saja. Laura pun menolak dengan alasan ia sudah janji akan makan bersama kru kabin lainnya.

Baca Juga: Curhat Pramugari Alami Pelecehan Seksual, Bokongnya Dicolek Penumpang

Pada hari kedua, Laura sudah mulai merasa risih dengan perlakuan sang kapten yang acapkali memanggilnya dengan cara menyolek. Ia lantas meminta kepada seniornya agar posisinya di pesawat dipindah ke bagian belakang.

Karena jika ia bertugas di bagian depan, mau tidak mau, Laura juga harus mengurus kokpit di mana kapten itu berada. Sayangnya, kapten tidak memperbolehkan perpindahan tersebut.

Ia ingin Laura tetap bertugas di bagian depan hingga hari ketiga. Saat penerbangan, kapten memanggil Laura dan menanyakan perihal permintaannya untuk pindah posisi tugas. Dan lagi-lagi, Laura memberikan alasan.

 laura

Laura sering kali ditahan di kokpit untuk menemaninya berbincang. Meskipun tidak nyaman, pramugari tersebut tetap berusaha menanggapi sesopan mungkin.

Sampai akhirnya pembicaraan sang kapten mulai merujuk ke arah tidak jelas. Ia pernah berkata pada Laura bahwa sang pilot akan mentransfer uangnya saat mendarat dan meminta Laura menganggap uang tersebut adalah uang jajan.

“Terus dia bilang. Ada syaratnya, dia bilang. Nanti malam kamu ke kamar saya,” ungkap Laura sampai membuat Kapten Vincent yang ada di sebelahnya terkejut.

Laura langsung izin keluar dari kokpit dan menangis.

“Dia ngotot banget. Dia langsung ambil pulpen, and then dia ambil kertas. (Dia bilang) ini, kamu catat nomor rekening. Catat nomor rekening. Terus dia masuk lagi ke kokpit, teus itu (kertasnya) langsung aku buang,” jelasnya.

Selain hal-hal tersebut, Laura juga pernah ditawarkan uang tunai senilai 5.000 dollar Singapura atau setara dengan Rp52 juta. Bahkan setelah mereka selesai bekerja, Laura sempat dihubungi oleh kapten tersebut. Namun, nomornya ia blok.

Laura merasa sakit hati dengan perlakuan pria tersebut dan sempat punya niatan membawa masalah yang menimpanya ke pihak maskapai. Tetapi saat itu Laura baru saja bergabung dengan maskapai di mana tempatnya bekerja.

Ia tidak mau memperpanjang masalah, selama kapten tersebut tidak coba melakukan kontak fisik di luar batas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini