Turis ke Australia Wajib Karantina Hotel 14 Hari Meski Sudah Divaksin Covid-19

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 406 2364879 turis-ke-australia-wajib-karantina-hotel-14-hari-meski-sudah-divaksin-covid-19-FH36c3SZb1.JPG Bandara Internasional Sydney, Australia (Foto: Instagram/@thetownstonegentleman)

PEMERINTAH Australia berencana memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri. Para wisatawan yang telah divaksinasi Covid-19 harus tetap menjalani karantina hotel selama 14 hari alias dua pekan dengan biaya sendiri.

Kepala petugas medis Australia, Paul Kelly, mengaitkan keputusan ini dengan apa yang disebutnya sebagai efektivitas vaksin menekan penularan virus.

Peluncuran vaksin negara tersebut diharapkan akan dimulai pada akhir bulan, dan saat ini, sebagian besar non-warga negara dilarang masuk Australia. Hal itu merupakan pukulan besar bagi industri pariwisata.

Baca juga: Potret Sandiaga Uno Seruput Kopi Sambil Nikmati Keindahan Danau Toba

Melansir laman Lonely Planet, ada batasan ketat mengenai berapa banyak penduduk Australia yang dapat kembali setiap hari, dan mereka harus melalui masa karantina wajib.

Langkah kewaspadaan itu dilakukan karena meski sistem karantina hotel terbukti sangat efektif dalam menekan angka penyebaran virus, beberapa kasus lokal justru muncul dari kebocoran pelaku karantina hotel.

Dalam kasus ini, staf hotel bahkan tertular Covid-19. Dalam beberapa kasus lain penularan terjadi melalui udara dan membawanya ke masyarakat. Situasi ini telah menyebabkan lockdown sementara di Brisbane, Melbourne, dan Perth.

Munculnya orang yang datang dengan jenis virus yang lebih ganas juga turut menjadi perhatian. Perdana menteri negara bagian Victoria, Dan Andrews, mengatakan bahwa jenis hiper infeksius yang muncul terbukti sangat sulit untuk dikendalikan.

Baca juga: Sulit Akses Pinjaman, 92% Pelaku Usaha Parekraf Bergerak dengan Modal Sendiri

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, menegaskan, negaranya akan memperluas kapasitas di kamp karantina yang dikelola pemerintah, yang akan mengurangi risiko penularan ke daerah perkantoran yang cenderung padat.

Sebanyak tiga lokasi terpencil sudah dipertimbangkan untuk dijadikan lokasi karantina bagi para pendatang. Meski membawa mereka ke fasilitas itu sebenarnya tetap berisiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini