Pria Korea Utara Nekat Berenang Seberangi Laut ke Korea Selatan

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 406 2365004 pria-korea-utara-nekat-berenang-seberangi-laut-ke-korea-selatan-kFoi0xcheg.jpg Goseong di Korea Selatan (commons.wikimedia.org)

SEORANG pria Korea Utara berenang menyeberangi lautan ke Korea Selatan dengan mengenakan pakaian selam dan sepasang sirip. Pria itu berhasil ditangkap oleh tentara Korsel setelah melintasi perbatasan negara itu.

Pada Selasa dini hari, pria itu terlihat bergerak ke selatan memasuki daerah terlarang di utara Garis Kontrol Sipil di kota perbatasan timur Goseong, Korsel. Perburuan untuk menangkapnya memakan waktu selama tiga jam.

Baca juga:  Masjidil Aqsa dan Tembok Ratapan Diselimuti Salju, Warga Israel-Palestina Bahagia

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Suh Wook, meminta maaf atas kegagalan keamanan dan berjanji mengambil tindakan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Menurut Kepala Staf Gabungan (JCS), pria itu kemungkinan besar berenang melintasi perbatasan maritim untuk tiba di dekat observatorium di selatan pos terdepan umum Korea Selatan (GOP) dan melewati saluran drainase untuk menghindar pagar yang dipasang sepanjang pantai.

Dilansir dari The Korea Herald, Jumat (19/2/2021), langkah kaki pria itu ditemukan sekitar 3 kilometer di selatan dari garis demarkasi militer yang memisahkan kedua Korea.

Pasukan pertama kali melihat keberadaan itu melalui kamera CCTV pada pukul 4:20 pagi. Ia berada sekitar 5 kilometer selatan dari titik di mana jejak kakinya ditemukan.

Menurut kesaksian JCS, pria Korea Utara itu ditangkap dengan peralatan pengawasan militer beberapa kali setelah tiba di darat.

Baca juga:  Persiapkan 5 Hal Ini jika Ingin Traveling di Era Next Normal

Sayangnya pasukan gagal mengambil tindakan yang sesuai dengan penghalang di dalam saluran untuk mencegah penetrasi juga ditemukan rusak.

Letjen Park Joeng-Hwan, Kepala Direktur Operasi JCS, mengakui adanya penyimpangan dalam postur keamanan mereka.

“Kami menganggap situasi ini serius, dan penyelidikan di lokasi sedang dilakukan. Bergantung pada hasil penyelidikan, kami akan membuat tindakan tegas untuk membangun sikap keamanan yang kokoh,” kata Park pada sesi komite pertahanan parlemen.

Pria berusia 20-an itu dikabarkan telah menyatakan niat untuk melarikan diri. Kemungkinan dia adalah warga sipil. Tapi para pejabat mengatakan penyelidikan lebih lanjut perlu dilakukan.

Insiden terbaru terjadi setelah militer mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan sistem pengawasan perbatasan menyusul serangkaian penyeberangan perbatasan oleh warga Korea Utara.

Pada November 2020, kejadian serupa juga terjadi di kota Goseong. Seorang warga sipil Korea Utara melintasi perbatasan tanpa terpengaruh dan ditemukan dalam upaya pembelotan yang dicurigai.

Kerusakan sensor yang dipasang di pagar dan celah lainnya menjadi penyebab utama warga Korea Utara itu bisa lolos.

Garis Kontrol Sipil, yang berjarak sekitar 5 hingga 20 kilometer di selatan Garis Demarkasi Militer antar Korea didirikan setelah Perang Korea 1950-1953 terkait masalah keamanan dan keselamatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini