Angela Tanoe Bicara soal Pembangunan Pariwisata Indonesia dan Perluasan CHSE

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 406 2365012 angela-tanoe-bicara-soal-pembangunan-pariwisata-indonesia-dan-perluasan-chse-MRkCsrKnmc.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Okezone.com/Arif Julianto)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya akan memperluas jangkauan program sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability) pada 2021, untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

Baca juga:  Sandiaga Uno Bangun Toilet di Danau Toba, Wisatawan Bakal Nyaman

CHSE dibuat berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Tujuannya untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka mencegah terjadinya episenter atau kluster baru selama masa pandemi.

"Tahun lalu, program CHSE kita luncurkan di 3 bulan terakhir. Dan sudah lebih dari 6.000 pelaku parekraf yang telah kita berikan sertifikasi. Itu achievement yang sangat luar biasa secara anasional. Tahun ini akan kita lebih luaskan lagi," kata Angela Tanoesoedibjo saat menjadi bintang tamu dalam acara The Alpha Live seperti dikutip dari akun Instagram @angelatanoesoedibjo, Jumat (19/2/2021).

 

Dalam diskusi secara virtual, Angela menjelaskann secara rinci arah pembangunan Destinasi Super Premium yang tengah digodok pemerintah.

Baca juga:  Sandiaga Uno: Pemulihan Pariwisata Tergantung Keberhasilan Penanganan Covid-19

Ia mengatakan seluruh pembangunan pada prinsinya sangat memperhatikan kondisi lingkungan dan kesejahteraan warga lokal. Ada multiply effect yang nantinya akan dirasakan masyarakat, bila pembangunan pariwisata berjalan lancar dan dilakukan secara bekelanjutan.

"Pembangunan pariwisata itu kan tujuannya untuk menjadi pull factor, maksudnya ketika pariwisata dikembangkan di suatu daerah, akan ada demand besar yang masuk ke daerah tersebut. Sehingga memerlukan supply dari daerah lain untuk berbagai hal se-simple misalnya suvenir, SDM. Kalau kita bicara industri lain juga memakmurkan pertanian dan perikanan," terang Angela.

"Jadi esensinya pembangunan parwiisata itu multiply effectnya besar dan tujuannya adalah mensejahterkan masyarakat di daerah tersebut," imbuhnya.

Angela Tanoesoedibjo juga menegaskan bahwa pembangunan pariwisata yang dilakukan pihaknya juga akan mengedepankan prinsip ramah lingkungan, mengedepankan budaya, nilai-nilai sejarah, dan potensi lain yang dimiliki Indonesia.

"Sekarang tinggal bagaimana kita mengemas pengalaman otentik dan, bagaimana bisa kita mempromosikan dengan baik," ungkap Angela.

"Sebab pengalaman otentik dan berkualitas inilah yang masuk dalam kategori premium. Bagaimana kita bisa memberikan pengalaman yang berkualitas sesederhana destinasi yang ramah lingkungan, inklusif terhadap masyarakat daerahnya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini