Rahasia Pengeras Suara Madjidil Haram yang Perlu Traveler Tahu

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 21 Februari 2021 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 406 2365723 rahasia-pengeras-suara-madjidil-haram-yang-perlu-traveler-tahu-Nx8hqaEwj9.jpg Masjidil Haram di Makkah (Reuters)

MASJIDIL Haram di Makkah, Arab Saudi merupakan tempat paling suci bagi umat Islam. Di tengah masjid ini berdiri Kakbah, kiblat Muslim seluruh dunia. Setiap tahunnya jutaan muslim mengunjungi Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Selain termasuk dalam 3 masjid paling penting dan bersejarah bagi umat muslim, Masjidil Haram merupakan masjid terbesar di dunia. Kawasan Masjidil Haram mencapai 99 hektare atau setara dengan 50 lapangan sepak bola yang disatukan.

Baca juga:  Deretan Masjid Objek Wisata Religi di Surabaya

Suara manusia saja tidak cukup untuk menggapai seluruh area. Imam dan Muadzin perlu bantuan pengeras suara. Karena wilayahnya yang begitu luas, sound system Masjidil Haram menjadi salah satu yang terbesar di seluruh dunia.

Tersebar lebih dari 6.000 pengeras suara di kawasan Masjidil Haram dan 60 teknisi suara yang selalu siap memastikannya berfungsi dengan baik.

Dilansir dari Youtube IlmFeed, pengisi suara di Masjidil Haram selalu disiapkan tiga buah mikrofon. Mikrofon paling kanan merupakan mikrofon utama. Jika mikrofon tersebut tak berfungsi, mikrofon kedua yang berada di tengah akan mengambil alih pekerjaan. Mikrofon paling kiri akan digunakan jika dua mikrofon lainnya tidak berfungsi.

Baca juga:  Masjidil Aqsa dan Tembok Ratapan Diselimuti Salju, Warga Israel-Palestina Bahagia

Meskipun sangat tidak mungkin ketiga mikrofon gagal bekerja, para teknisi tetap menyiapkan mikrofon lain. Mereka meletakkannya tidak jauh dari tempat pengisi suara supaya dapat cepat dipasang ketika tiga mikrofon yang ada mengalami masalah.

Sedangkan khusus untuk Imam yang memimpin sholat di Masjidil Haram, disiapkan 9 mikrofon untuk setiap posisi sholat yang berbeda seperti saat berdiri, rukuk, dan sujud.

Sistem Suara yang selalu bekerja dengan baik itu tak ubahnya hasil dari jerih payah para teknisi, staf, dan relawan Masjidil Haram yang cekatan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Mereka sangat berdedikasi dan tidak pernah kenal lelah.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini