Kena Pecat Emirates, Pramugari Ini Pilih Jadi Barista

Senin 22 Februari 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 406 2365769 kena-pecat-emirates-pramugari-ini-pilih-jadi-barista-0HqLazsAnN.jpg Mantan pramugari Hosni yang jadi barista. (Foto: Dok Pribadi)

MANTAN pramugari Emirates, Naila Hosni, terpaksa jadi barista coffee shop beken, setelah diberhentikan dari pekerjaannya. Meski begitu, dirinya pun tak patah semangat menjalani kehidupan barunya.

“Saya sangat terkejut setelah kehilangan pekerjaan! Saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya? Mengapa tidak orang lain? Apa yang akan aku lakukan? Pada saat yang sama, saya menemukan bahwa semuanya masuk akal. Mungkin memang seharusnya begini," katanya dilansir dari Aerotimes.

Ia terkejut ketika mengetahui kehilangan pekerjaannya. Namun pada saat yang sama, ia menyadari bahwa yang terjadi pada dirinya itu masuk akal, dan mungkin seharusnya seperti itu.

Setelah kehilangan profesinya, ia sempat mencari cari pekerjaan di industri lain di Dubai. Namun usahanya sia-sia, ia tak mendapatkan pekerjaan karena pada saat itu jumlah pengangguran meningkat di Dubai.

Karena tak mendapatkan pekerjaan, Naila berencana kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan studinya. Namun ia menyadari bahwa ia telah melewatkan tenggat waktu pengajuan aplikasi ke universitas.

Akhirnya ia menemukan pekerjaan sebagai barista Starbucks di Jenewa. Berbeda dari yang lain, sebenarnya berprofesi menjadi pramugari bukanlah cita-cita yang ia impikan.

Sebelumnya, Hosni telah memiliki gelar sarjana pemasaran dan berencana untuk menjadi konsultan desain interior.

Namun pada waktu itu maskapai penerbangan sedang melakukan perekrutan. Lalu ia tertarik untuk mencobanya tanpa ada niat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

“Awalnya saya tidak memiliki rencana untuk menjadi pramugari, tetapi Emirates melakukan hari terbuka rekrutmen di Paris, kota asal saya. Saya tidak bisa membayangkan menjadi pramugari sebelumnya, tetapi setelah itu saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk saya," ungkapnya.

Penulis        : Natalia Christine 
Mantan pramugari Emirates, Naila Hosni, terpaksa jadi barista coffee shop beken, setelah diberhentikan dari pekerjaannya. Meski begitu, dirinya pun tak patah semangat menjalani kehidupan barunya. 
“Saya sangat terkejut setelah kehilangan pekerjaan! Saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya? Mengapa tidak orang lain? Apa yang akan aku lakukan? Pada saat yang sama, saya menemukan bahwa semuanya masuk akal. Mungkin memang seharusnya begini," katanya dilansir dari Aerotimes. 
Ia terkejut ketika mengetahui kehilangan pekerjaannya. Namun pada saat yang sama, ia menyadari bahwa yang terjadi pada dirinya itu masuk akal, dan mungkin seharusnya seperti itu. 
Setelah kehilangan profesinya, ia sempat mencari cari pekerjaan di industri lain di Dubai. Namun usahanya sia-sia, ia tak mendapatkan pekerjaan karena pada saat itu jumlah pengangguran meningkat di Dubai. 
Karena tak mendapatkan pekerjaan, Naila berencana kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan studinya. Namun ia menyadari bahwa ia telah melewatkan tenggat waktu pengajuan aplikasi ke universitas. 
Akhirnya ia menemukan pekerjaan sebagai barista Starbucks di Jenewa. Berbeda dari yang lain, sebenarnya berprofesi menjadi pramugari bukanlah cita-cita yang ia impikan. 
Sebelumnya, Hosni telah memiliki gelar sarjana pemasaran dan berencana untuk menjadi konsultan desain interior. 
Namun pada waktu itu maskapai penerbangan sedang melakukan perekrutan. Lalu ia tertarik untuk mencobanya tanpa ada niat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. 
“Awalnya saya tidak memiliki rencana untuk menjadi pramugari, tetapi Emirates melakukan hari terbuka rekrutmen di Paris, kota asal saya. Saya tidak bisa membayangkan menjadi pramugari sebelumnya, tetapi setelah itu saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk saya," ungkapnya. 
Tak disangka, beberapa hari setelah melakukan perekrutan tersebut Hosni mendapat panggilan untuk bergabung dengan maskapai Emirates. Sejak saat itu, kehidupannya berubah total. 
Setelah mendapat panggilan tersebut akhirnya pramugari yang berasal dari Paris ini pindah ke pangkalan maskapai di Dubai. Ia selama dua tahun menghabiskan waktu perjalanan tanpa akhir ke tujuan dan menikmati keragaman budaya. 
“Saya tinggal [di Dubai] selama dua tahun dan itu luar biasa. Saya sangat menikmati interaksi dengan orang-orang. Hubungan antara awak pesawat dan penumpang itu luar biasa," katanya. 
"Saya menemukan tempat dan budaya baru setiap hari. Meskipun saya sudah pernah ke negara tertentu sebelumnya, setiap kali itu adalah perjalanan baru bagi saya dan saya merindukannya," lanjut dia. 
Hosni tak menyadari bahwa ketika karirnya dimulai di Paris, ternyata diakhiri dengan melakukan penerbangan terakhir ke Paris dengan penumpang yang sangat sedikit pada saat itu. 
Walaupun kini telah menjadi seorang barista, ia tetap berusaha untuk melakukan dan memberikan yang terbaik kepada para pelanggannya. Ia menyadari bahwa kopi yang dibuatnya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja lima tahun lebih lama darinya. 
Namun ia bertekad untuk terus belajar, meningkatkan diri, dan menjadi lebih baik setiap hari. 
“Dalam pekerjaan saya saat ini sebagai barista, saya suka membuat seseorang bahagia dengan memberi mereka minuman terbaik yang bisa saya buat. Saya dalam masa percobaan dan menurut saya kopi saya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja di sana selama lima tahun," katanya. 
"Tetapi saya selalu belajar, meningkatkan diri, menjadi lebih baik setiap hari," pungkasnya. 
Sumber : https://www.aerotime.aero/27249-flight-attendant-Naila-covid-story

Tak disangka, beberapa hari setelah melakukan perekrutan tersebut Hosni mendapat panggilan untuk bergabung dengan maskapai Emirates. Sejak saat itu, kehidupannya berubah total. 

Setelah mendapat panggilan tersebut akhirnya pramugari yang berasal dari Paris ini pindah ke pangkalan maskapai di Dubai. Ia selama dua tahun menghabiskan waktu perjalanan tanpa akhir ke tujuan dan menikmati keragaman budaya. 


“Saya tinggal (di Dubai) selama dua tahun dan itu luar biasa. Saya sangat menikmati interaksi dengan orang-orang. Hubungan antara awak pesawat dan penumpang itu luar biasa," katanya. 


"Saya menemukan tempat dan budaya baru setiap hari. Meskipun saya sudah pernah ke negara tertentu sebelumnya, setiap kali itu adalah perjalanan baru bagi saya dan saya merindukannya," lanjut dia. 


Hosni tak menyadari bahwa ketika karirnya dimulai di Paris, ternyata diakhiri dengan melakukan penerbangan terakhir ke Paris dengan penumpang yang sangat sedikit pada saat itu. 
Walaupun kini telah menjadi seorang barista, ia tetap berusaha untuk melakukan dan memberikan yang terbaik kepada para pelanggannya. Ia menyadari bahwa kopi yang dibuatnya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja lima tahun lebih lama darinya. 


Namun ia bertekad untuk terus belajar, meningkatkan diri, dan menjadi lebih baik setiap hari. 


“Dalam pekerjaan saya saat ini sebagai barista, saya suka membuat seseorang bahagia dengan memberi mereka minuman terbaik yang bisa saya buat. Saya dalam masa percobaan dan menurut saya kopi saya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja di sana selama lima tahun," katanya. 
"Tetapi saya selalu belajar, meningkatkan diri, menjadi lebih baik setiap hari," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini