Suku Cadang Pesawat Disulap Jadi Karya Seni yang Indah

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 406 2365825 suku-cadang-pesawat-disulap-jadi-karya-seni-yang-indah-NL7lQdeKGK.jpg Azza Al Qubaisi berpose dengan karya seni dari suku cadang pesawat Etihad Airwasy (Etihad Airways/Fox News)

ALIH-alih membuang suku cadang pesawat lama, Etihad Airways mengubahnya menjadi karya seni yang indah.

Maskapai penerbangan yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab itu bekerja sama dengan seniman lokal untuk mengubah berbagai bagian interior tua pesawat menjadi karya seni yang dapat dipamerkan di kantor pusat Etihad Airways.

Baca juga:  Arab Saudi Tawarkan E-Visa Pariwisata Masa Berlaku Satu Tahun

Menurut Etihad Airways, para seniman menggunakan gulungan karpet dan kain usang, peralatan darurat, dinding samping, jendela dan kursi dari kelas ekonomi dan kelas bisnis untuk instalasi mereka.

"Proyek tersebut adalah sebagai pilihan alternatif ramah dalam menangani limbah dibandingkan mengirim suku cadang pesawat lama ke tempat pembuangan sampah," kata pihak maskapai seperti dilansir dari Fox News, Minggu (21/2/2021).

"Bagian yang telah berakhir masa pakainya dan akan dibuang ke TPA, telah diubah fungsinya menjadi instalasi seni yang indah oleh seniman terampil yang menggunakan sisa-sisa pesawat yang langka dan tidak diinginkan," kata Direktur Eksekutif Bagian Pengalaman Tamu dan Brand & Marketing Etihad, Terry Daly.

 

Dengan berkolaborasi bersama seniman dari komunitas lokal, tujuan mereka tidak hanya sekadar untuk menyalurkan bakat para seniman di wilayah tersebut, tetapi lebih untuk mendorong inovasi berkelanjutan yang baik bagi lingkungan sekitar.

 Baca juga: India Buka Kembali Situs Suci untuk Wisata Ziarah pada Mei 2021

Salah satu seniman lokalnya adalah Azza Al Qubaisi. Ia adalah pematung kelahiran Abu Dhabi yang menciptakan karya geometris yang terbuat dari rel untuk memasang tempat duduk.

"Setelah membongkar beberapa kursi, saya lebih menghargai ergonomi dan teknologi yang digunakan di dalamnya, bahkan ada ratusan bagian," kata Azza.

Ia juga telah mengerjakan karya seni keduanya, yaitu dengan melelehkan dan mentransmisikan material bekas yang tidak ia gunakan pada instalasi pertamanya.

"Saya tidak sabar untuk membagikannya kepada dunia," ujar Azza.

Selain Azza, ada seniman kelahiran Irlandia yang tinggal di Dubai, Christine Wilson. Ia menciptakan karya seni multidimensi menggunakan tirai pesawat, panel dinding, jaket pelampung, dan interior kabin.

Dalam sebuah pernyataan, Christine mengatakan bahwa karya itu adalah "Refleksi Visual dari Cakrawala Abu Dhabi". Ia juga mengatakan bahwa itu menggambarkan pencapaian ikon yang luar biasa dari program luar angkasa UEA.

"Itu mewakili kebanggaan nasional dan mengingatkan kita pada awal baru dan sebuah perjalanan baru," ungkap Christine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini