Seram! Wanita Ini Naik Kereta Hantu Menuju Bandung, Seluruh Penumpang Berwajah Pucat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 406 2365891 seram-wanita-ini-naik-kereta-hantu-menuju-bandung-seluruh-penumpang-berwajah-pucat-Oucq14Ftyk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KISAH ini dialami oleh seorang wanita bernama Putri Diah Wardhani. Sebulan sekali, Putri pulang ke rumahnya di Bandung dan selalu naik kereta api.

Dikutip dari channel Youtube inidia misteripedia, Putri pernah mengalami kejadian aneh ketika menumpang kereta api jurusan Jakarta-Bandung.

Saat itu, Putri yang telah selesai bekerja di hari Jumat bergegas ke stasiun untuk naik kereta tujuan Bandung pada pukul 20.00.

Putri sampai stasiun pada pukul 19.00, satu jam sebelum keberangkatan. Demi mencegah rasa bosan, Putri duduk di peron yang menghadap ke arah jalur kereta api sambil memainkan gadgetnya.

“Saat saya melihat ke seberang, ada seorang wanita yang memakai pakaian serba putih, namun pakaiannya asing menurut saya seperti bukan selayaknya orang asli sini. Saya sempat mengerutkan dahi saya sambil melihat baik-baik wanita tersebut,” kata Putri yang dilansir dari situs tanya jawab Quora.

Karena jaraknya agak jauh Putri tidak bisa melihat jelas mukanya. Maka dari itu Putri pun berhenti melihat wanita itu. Saat kereta datang, Putri pun mencari gerbong dan kursi tempat duduknya. Setelah duduk di kursi di gerbong 3 nomor 13 D, Putri mengeluarkan handphone.

“Saat saya melihat keluar jendela wanita tadi masih ada disana tetapi posisinya berubah yang tadinya duduk sekarang berdiri. Saya tidak mau ambil pusing dengan wanita tersebut. Lalu saya mulai bermain hp saya kembali," ungkap Putri.

Sesaat sebelum berangkat, Putri menyadari keanehan di kereta itu. Biasanya kereta jurusan Jakarta-Bandung selalu ramai oleh penumpang terutama saat jam selesai bekerja. Namun, kereta itu kosong tanpa penumpang selain Putri. Kereta pun mulai melaju dengan cepat dan sekitar 45 menit sudah mulai berhenti di stasiun berikutnya untuk mengambil penumpang.

Saat kereta berhenti, sudah banyak penumpang yang menunggu kemudian memasuki kereta tersebut dan duduk di tempatnya masing-masing.

“Yang saya herankan kok tidak ada yang membawa satupun tas atau koper ya orang-orang ini. Mereka dengan muka masam masuk lalu duduk. Saya sudah merasa ada yang aneh. Tapi saya melewatkan itu, saya tetap duduk dan memejamkan mata sambil mendengarkan musik,” kata Putri.

Kereta mulai berjalan kembali sekira 20 menit dari stasiun kedua. Putri merasa ingin ke toilet saat itu. Saat berada di toilet, tiba-tiba lampu kamar mandi mati. Putri pun menyalakan lampu dari handphone dan cepat-cepat agar bisa cepat keluar dari toilet.

 Kai

“Saat saya keluar tiba-tiba di depan pintu ada kondektur yang berdiri disitu. Mukanya pucat sekali seperti orang yang sedang sakit. Saya lalu bertanya pada kondektur tersebut “Pak, lampunya mati ya? Saya jadi buru-buru” kondektur itu hanya terdiam lalu saya berkata lagi “Pak, tolong dibetulkan lampunya ya”, kondektur itu hanya mengangguk saja,” ungkapnya.

Saat menuju tempat duduk Putri heran karena gerbong yang tadinya sepi kini sangat penuh. Anehnya lagi, semua orang diam tidak ada yang berbicara. Saat Putri kembali ke tempat duduk nya, sudah ada wanita yang menduduki kursi sebelahnya. Ia memakai pakaian serba putih tapi mukanya pucat sekali.

“Setelah saya duduk sesekali saya melihat wanita yang ada di sebelah saya. Lalu saya beranikan diri untuk bertanya “Mbak, turun dimana?” Karena masih ada beberapa pemberhentian sebelum sampai di Bandung. Wanita itu tidak menjawab dan menyuruh saya diam dengan memakai bahasa isyarat telunjuk tangan kanannya dia sampaikan ke bibirnya. Baiklah saya diam,” ungkap Putri

Karena lapar dan belum ada pramugari-pramugara kereta yang menawarkan makanan, Putri pun pergi ke gerbong makanan. Rupanya gerbong tersebut sangat ramai. Putri kemudian memesan makanan pada salah satu pramugari kereta yang ada di situ. Saat ditanya gerbong berapa, Pramugari itu hanya terdiam dan mulai untuk melayani pelanggan yang lain.

Saat Putri sudah selesai makan, tiba-tiba ia dihampiri oleh kondektur di gerbong makan dan meminta Putri untuk menunjukkan tiketnya.

“Saya meneguk minuman sambil menunggu kondektur itu memeriksa tiket saya. “Mbak saya antar ke gerbong dan tempat duduknya ya” ucap kondektur itu, lalu saya membalas “Tidak usah pak saya sendiri saja”. Kondektur itu pun berkata lagi “Soalnya dari tadi saya cek tempat duduk ini kosong mbak, saya pikir mbaknya belum tahu dimana gerbong dan tempat duduknya” “Iya kan saya lagi disini pak jadi mungkin saat bapak cek saya sudah duduk disini” jelas saya ke kondektur.”

Kondektur tersebut berkata bahwa ia telah tiga kali mengecek gerbong tempat Putri duduk dari keberangkatan namun tempat duduknya kosong. Putri sangat bingung dan heran karena ia duduk disitu dari berangkat dan saat ke toilet, ia juga bertemu kondektur yang lain. Mengejutkannya, yang bertugas hari itu hanya satu kondektur yaitu yang terakhir berbicara dengan Putri di gerbong makan.

“Saya pun mulai menceritakan dari awal saya menunggu di peron sampai naik ke gerbong dan duduk di tempat duduk yang tertera di tiket, pokoknya saya ceritakan semuanya. Kondektur paham dengan cerita saya lalu mengambil air minum dan kondektur itu mulai berdoa lalu memberikan minuman itu kepada saya," bebernya.

“Dan sangat aneh gerbong yang saya injakan sekarang adalah gerbong yang sangat berbeda dengan gerbong yang saya injak pertama kali. Orang-orang ramai berpakaian kantoran sama seperti saya. Saya pun melihat banyak tas dan koper tidak seperti tadi,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini