Pengalaman Seru Raline Shah Berkunjung ke Kampung Adat Sumba Barat

Salsabila Jihan, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 01:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 549 2365817 pengalaman-seru-raline-shah-berkunjung-ke-kampung-adat-sumba-barat-4YS72nr9bC.jpg Raline Shah menenun kain di Waru Wora, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (Instagram @ralineshah)

RALINE Shah baru-baru ini berkunjung ke kampung adat Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aktris berdarah campuran ini membagikan bubur kacang hijau kepada anak-anak desa setempat dalam program yayasan gizi.

Di samping melakukan kegiatan sosial, Raline Shah juga mengamati kehidupan warga di Waru Wora dan kagum dengan pesona desa itu. Perempuan kelahiran 1985 tersebut mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berkesan dari kunjungan ke Waru Wora.

Baca juga:  7 Wisata Sumba Punya Pemandangan Eksotis, Anang-Ashanty Aja Kepincut

“Petualangan yang luar biasa dalam perjalanan safari Sumba, saya ke kampung adat (desa budaya) Waruwora di daerah Lamboya Sumba Barat. Melihat sekelompok kerbau mandi dengan santai di lubang air mereka. Pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya!” kata dia melaui akun Instagramnya @ralineshah seperti dikutip Okezone, Minggu (21/2/2021).

ilustrasi

Raline Shah berpose dengan warga di Waru Wora (Instagram @ralineshah)

“Desa itu begitu mempesona, 38 rumah bambu tradisional yang menjulang tinggi dengan atap alang-alang berpaku. Di bawah rumah tradisional ini (bagian bawah rumah biasanya dibiarkan terbuka atau digunakan untuk menyimpan hewan), atau kadang di teras, tenun ikat itulah yang memberi warna pada desa,” tulisnya dalam bahasa Inggris.

Perempuan di Waru Wora, seperti banyak perempuan di Sumba, menghabiskan waktu luang mereka menganyam kain sebagai sumber penghasilan tambahan.

Raline Shah ikut mencoba menenun kain khas daerah setempat dengan cara tradisional. Ia membagikan potret aktivitasnya itu di Instagram.

Baca juga:  Potret Liburan Teuku Wisnu-Shireen Sungkar di Yogya, Ketemu Zaskia Adya Mecca

Perempuan di Waru Wora menenun dengan meletakkan semua senar dan kemudian mengikatnya berdasarkan pola yang ingin mereka masukkan ke dalam kain, dengan masing-masing daerah memiliki simbologi masing-masing dan setiap motif membawa cerita dengan alam sebagai intinya.

ilustrasi

Pembuatan masing-masing kain tenun tangan yang khas ini, menurut Raline Shah, membutuhkan waktu antara 2 hingga 4 minggu, dan memegang peran penting dalam ritual keagamaan Sumba dan upacara adat.

“Dengan simbologinya, kain tersebut juga mencerminkan status sosial - dan yang cukup menarik, bahkan hingga saat ini, motif tertentu dicadangkan untuk keluarga kerajaan dan dilarang untuk disalin atau bahkan difoto,” tulis pemain film ‘5 cm’ ini.

Raline Shah berterima kasih kepada Sumba Foundation atas perjalanannya ke Sumba Barat.

“Saya berhasil mendapatkan pengalaman yang mendalam tentang kehidupan budaya Sumba, dan bahkan mencoba menenun dengan tangan saya (percayalah, ini jauh lebih sulit daripada kelihatannya!)”

Sebagaimana diketahui kampung Waru Wora merupakan salah satu destinasi ekowisata yang mendapatkan dampingan dari Blue Carbon Consortium untuk pemberdayaan masyarakat dan memelihara kearifan lokal.

Kampung ini masih mempertahankan rumah adatnya bernama uma bokulu atau rumah besar. Rumah adat tersebut juga terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas untuk menyimpan bahan-bahan makanan, bagian tengah untuk para penghuni rumah, dan bagian bawah digunakan untuk hewan ternak atau sebagai kandang.

Uma Bokulu juga dibangun menggunakan tiga jenis kayu, di antaranya adalah kayu mayela, kayu nangka, dan kayu mata sapi.

Kampung Waru Wora juga terdapat beberapa kuburan batu dan masyarakatnya masih memegang teguh pada pesan leluhur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini