Kenalkan Makanan Indonesia ke Orang Eropa, Chef Renata Banjir Pujian

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 301 2366676 kenalkan-makanan-indonesia-ke-orang-eropa-chef-renata-banjir-pujian-JIdbf3MasH.jpg Chef Renatta Moeloek. (Foto: Instagram)

KETIKA makanan Indonesia disebutkan, kebanyakan orang langsung memikirkan nasi goreng, rendang, sate, atau nasi padang. Renatta Moeloek mengenalkan kuliner lain kepada warga asing dan langsung jatuh cinta.

Renatta Moeloek, kepada CNA, mengungkap bahwa keragaman masakan Indonesia ada, karena bentangan geografis negara dan ratusan etnis yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam sebuah tur kuliner di Eropa beberapa tahun lalu, di mana ia menjalankan pop-up di restoran lokal di Spanyol, Belgia dan Slovakia, Renatta menyajikan naniura atau acar ikan mentah dari Sumatera Utara, Gehu atau tahu isi, dan Opor Ayam untuk para tamu.

“Mereka semua sangat tertarik. Banyak yang kagum dan terkejut. Mereka tidak tahu masakan Indonesia begitu beragam karena yang mereka tau hanya nasi goreng, rendang, mi goreng, dan sate,” kenangnya sebagaimana dilansir dari laman CNA.

 renatta

Baca Juga:Makan Daging Tebal di Restoran Jepang di Musim Dingin, Seperti Apa Rasanya?

Tak hanya itu, koki berusia 26 tahun itu mengatakan banyak yang ingin memiliki resep dari makanan yang ia sajikan.

Nama Renatta Moeloek naik daun di Indonesia sejak perannya sebagai juri di salah satu ajang lomba memasak terbesar Indonesia, yakni MasterChef Indonesia. Koki tersebut lalu mengaku bahwa masakan Indonesia memang tidak setenar masakan Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, dan China. Namun, masakan Indonesia masih tetap berusaha untuk mencapai level itu.

Menurutnya, ketenaran masakan Indonesia secara mendunia bisa dicapai jika warga Indonesia berinisiatif untuk mempelajari makanan lokalnya sendiri dan mulai mengapresiasinya.

Koki lulusan Le Cordon Bleu, Paris, Prancis ini mengungkapkan, saat ini semakin banyak orang Indonesia yang mulai menunjukkan minat pada masakan lokal. Hal tersebut memberinya harapan bahwa suatu hari nanti makanan Indonesia bisa mendapatkan pengakuan yang lebih layak di mata dunia.

Sementara itu, Renatta juga ingin menantang persepsi bahwa makanan Indonesia tidak sehat. Sebagai seorang chef, ia sadar akan kesehatan, tetapi pola makan sehat belum banyak diterapkan di Indonesia.

“Sangat mudah mengubah makanan Indonesia menjadi makanan sehat karena kami menggunakan banyak bumbu. Bawang putih, bawang merah, cabai, lengkuas, kunyit… berapa kalorinya? Hampir tidak ada,” tutur Renatta.

Alih-alih menggoreng, bahan makanan bisa dipanggang dengan oven. Bumbu-bumbu dapat dikurangi untuk menjaga kadar gula dan natrium tetap ada di level yang sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini