Cerita Pramugari Dapat Perlakuan Buruk Gara-Gara Teh

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 406 2366983 cerita-pramugari-dapat-perlakuan-buruk-gara-gara-teh-2WLMvU1oYF.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SELAMA bekerja, pramugari tentunya mengalami suka dukanya tersendiri. Seorang mantan pramugari maskapai internasional, Tiana Rabasco, pernah dilempar cangkir oleh penumpang yang semena-mena.

Tiana menceritakan pengalamannya mengalami perbuatan yang tidak mengenakkan oleh penumpang di situs tanya jawab Quora pada Juni 2020.

Kejadian tersebut dialami Tiana saat menjalani penerbangan menuju Dhaka, Bangladesh.

Semua berawal ketika Tiana memberikan service teh dan kopi kepada penumpang. Saat itu semua penumpang sudah diberi teh/kopi menggunakan cangkir plastik namun ada satu penumpang laki-laki yang ingin minta tambah teh.

Baca Juga: Modus Pilot 'Nakal' Kencani Pramugari, Ngajak Makan hingga Bayarin Apartemen

Tiana tersenyum ramah dan menuangkan lagi teh kedalam cangkirnya. Tak ada respon sama sekali, reaksi penumpang itu datar dan dingin, bahkan tidak ada ucapan terimakasih atau sekedar tersenyum.

Tiana hanya membatin dalam hatinya dan mencoba sabar. Setelah 15 menit, Tiana dan awak kabin lainnya melakukan "collection" yaitu mengambil kembali cangkir teh/kopi dari penumpang sesuai prosedur.

Tapi lagi-lagi si penumpang lelaki yang tadi minta dituang teh tambahan memanggil Tiana dan mengatakan bahwa dia belum diberi teh.

“Saya menjawab dengan sopan, ‘maaf pak, saya sudah memberi anda teh 2 kali, bagaimana bisa anda mengatakan bahwa saya tidak memberi anda teh’," kata Tiana.

 pramugari

Alih-alih menghentikan tindakannya, penumpang tersebut justru marah dan mengatakan bahwa ia mau teh lagi.

“Saya masih menjawabnya dengan sopan dan mengatakan, ‘baik, nanti akan saya beri lagi, tapi saat ini saya harus mengambil cangkir plastik di meja anda, nanti akan saya berikan teh menggunakan paper cup," jawab Tiana.

Penumpang tersebut marah dan tidak terima, dia berteriak dan berkata "saya mau teh sekarang."

Tiana masih mencoba sabar dan tetap akan menyelesaikan collection terlebih dahulu karena akan segera landing. Ia pun berusaha meminta gelas yang ada di tangan pria itu untuk dikembalikan kepadanya.

“Seketika penumpang tersebut melemparkan cangkir plastiknya ke arah saya dan tepat mengenai dada saya, saya sangat marah namun tidak berucap sepatah kata pun, saya langsung pergi dan melaporkan kejadian tersebut kepada supervisor yang bertugas," kata Tiana.

Saat itu juga, supervisor Tiana langsung menghampiri penumpang tersebut. Namun ia justru marah-marah dan mengatakan bahwa dia ingin menemui kapten yang bertugas untuk melaporkan Tiana.

Dia juga mengatakan bahwa dia tidak diberi teh sama sekali padahal Tiana sudah memberinya teh 2 kali.

“Dan yang lebih menyebalkan, penumpang yang duduk di belakangnya juga mengatakan hal yang sama, mereka memfitnah saya dengan mengatakan bahwa saya tidak memberi mereka teh," kata Tiana.

Untung saja supervisor Tiana bersikap tegas. "Kalau awak kabin saya tidak memberi anda teh, tidak mungkin cangkir plastik Anda basah dan terlihat ada bekas teh," ucap sang supervisor.

Seketika penumpang tersebut diam tak bisa menjawab, ia seperti kehilangan kata-kata.

Setelah kejadian itu, supervisor menemui Tiana di galley (dapur pesawat) dan mengatakan kepadanya untuk lebih bersabar menghadapi penumpang dari Asia Selatan. Mereka memang sudah di "black list" oleh awak kabin di maskapai tempat Tiana bekerja karena sudah dikenal memiliki kelakuan yang kurang terpuji.

“Meski tidak semuanya tapi rata-rata mereka seperti itu. Jangan katakan bahwa ini rasis, tidak ! memang faktanya seperti itu," ucap Tiana.

“Mentang-mentang gratis, bukan berarti kita bisa seenaknya meminta ini itu di dalam pesawat, apalagi sampai memperlakukan awak kabin dengan buruk. Awak kabin juga manusia, apa susahnya saling menghargai?," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini