Gubernur Ali Baal Masdar Beberkan Potensi Wisata Sulbar di Hadapan Sandiaga Uno

Antara, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 406 2367143 gubernur-ali-baal-masdar-beberkan-potensi-wisata-sulbar-di-hadapan-sandiaga-uno-qwCrUGeA9d.JPG Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan Menparekraf, Sandiaga Uno (Foto: Diskominfo Sulbar)

GUBERNUR Sulawesi Barat (Sulbar), Ali Baal Masdar menyampaikan berbagai potensi pariwisata daerah yang dipimpinnya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Hal itu disampaikan Ali Baal Masdar saat berkunjung di Kantor Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Kunjungan itu juga bertujuan meminta dukungan pengembangan dan promosi sektor pariwisata di Provinsi Sulbar pasca-daerah itu diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,2.

Baca juga: Tak Cuma Desa Mati yang Viral, Intip 7 Tempat Wisata Alam di Majalengka

"Sulbar saat ini menghadapi dua bencana, yaitu masih dalam masa pandemi Covid-19 dan setelah gempa bumi. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah sektor ekonomi. Namun, kami optimis melalui pengembangan sektor pariwisata, Sulbar akan kembali pulih dan bangkit," kata Ali Baal.

Menurut dia, Sulbar merupakan salah satu provinsi destinasi pariwisata di Indonesia, yang memiliki kekayaan alam, keanekaragaman flora, fauna, bahasa dan suku, keunikan dan kekhasan budaya, adat istiadat yang hidup dalam masyarakatnya serta peninggalan sejarah dan purbakala menjadi daya tarik tersendiri bagi Sulbar.

Beberapa usulan program prioritas destinasi pariwisata Pemprov Sulbar, antara lain pengembangan wisata bawah laut dan super eksklusif Pulau Balabalakang.

Kemudian pengembangan sarana dan prasarana olaharaga bahari dan pariwisata Teluk Mandar, pengembangan sarana dan prasarana wisata bahari pasar ikan terapung di Tapandulu Mamuju, pengembangan taman budaya serta dukungan promosi festival Sandeq Race yang dilaksanakan setiap tahun.

"Festival sandeq race adalah lomba perahu tradisional suku Mandar yang ada di Sulawesi Barat, paling tercepat, terkeras dan jarak tempuh terjauh di dunia dengan hanya menggunakan layar dan mengandalkan angin sebagai penambah kecepatannya. Sandeq race merupakan salah satu upaya pelestarian budaya bahari di Sulbar," terang Ali Baal Masdar.

"Ada juga Tari Sayyang Pattu’du yang merupakan atraksi kuda menari yang dihiasi dan ditunggangi seorang anak gadis cantik dan anak-anak yang akan melaksanakan khataman. Tradisi tersebut merupakan salah satu tradisi masyaraat suku Mandar dalam pelestarian budaya di Sulbar serta beberapa program prioritas destinasi pariwisata lain," tambahnya.

Baca juga: Hasil Pertemuan Sandiaga Uno & Ridwan Kamil soal Masa Depan KEK Lido

Sementara, Menparekraf Sandiaga Uno memberi respons positif dan menyampaikan bahwa dari 2014 hingga 2019, pariwisata di Sulbar terus mengalami peningkatan, baik jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Potensi Sulawesi Barat ini sangat besar. Dari wisata alamnya, ada Pulau Karampuang di Mamuju yang sering-sering disebut sebagai surga bagi pecinta diving dan snorkeling. Untuk wisata budaya, ada Sayyang Pattu’du yang biasa dilaksanakan di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar, dan juga berbagai wisata buatan seperti waterpark dan taman air," kata Sandiaga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini