Bangkalan Dukung Pemulihan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata

Antara, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 04:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 406 2367151 bangkalan-dukung-pemulihan-ekonomi-melalui-sektor-pariwisata-KSbEo5JgHI.JPG Pantai Telaga Biru, salah satu destinasi wisata bahari di Bangkalan (Foto: Instagram/@kholifaturrahma27)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mendukung program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah pusat imbas pandemi Covid-19, yakni melalui sektor pariwisata.

"Kebijakan mendukung pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata ini, karena di Bangkalan sudah banyak bermunculan destinasi wisata baru yang dikembangkan oleh desa," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan, Hasan Faisol.

Ia menjelaskan, penanganan Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi harus berjalan seirama, karena keduanya memiliki peran penting.

Hanya saja, sambung dia, upaya pemulihan ekonomi yang dicanangkan Pemkab Bangkalan melalui sektor pariwisata ini, tetap mengacu pada ketentuan protokol kesehatan.

Baca juga: Bangkalan Kembangkan Wisata Kuliner, Bebek Sinjay Salah Satunya

"Kami memilih sektor pariwisata, karena memiliki dampak sistemik pada sektor usaha lainnya, seperti jasa transportasi dan perdagangan," kata Faisol.

Selama objek wisata di Bangkalan ditutup, para pelaku usaha jasa transportasi dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah juga mengalami dampaknya.

Tidak sedikit para pelaku UMKM yang terpaksa tutup, akibat tidak ada pembeli. Demikian juga dengan pelaku jasa transportasi.

Faisol menambahkan, sebelumnya objek wisata yang ada di Kabupaten Bangkalan yang banyak dikunjungi wisatawan, hanya tiga lokasi, yakni taman rekreasi kota (TRK), museum dan wisata religi Syaikhona Muhammad Kholil.

Baca juga: Sepasang Turis Ditangkap saat Coba Suap Petugas Bandara

Namun saat ini, sudah ada 14 objek wisata baru yang digarap oleh Pemkab Bangkalan, dan sebagian merupakan wisata desa.

"Kebijakan Pemkab Bangkalan memang memberikan dukungan sepenuhnya bagi desa-desa yang memiliki sumber daya alam memadai untuk dijadikan objek wisata, seperti dari sisi perizinan hingga bantuan fasilitas. Semua itu diberikan secara gratis," tuturnya.

Pemkab kata dia, tidak hanya memberikan bantuan secara gratis, akan tetapi juga tidak membebankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu dilakukan dalam rangka membantu perekonomian masyarakat setempat.

"Baru nanti ketika kondisi objek wisata sudah ramai dan banyak yang berkunjung, akan dibahas mengenai PAD, untuk sekarang jangan dulu karena masih proses berjuang," papar Faisol.

Terkait kebijakan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata ini ia mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan para pengelola objek wisata dan Satgas Covid-19. Komunikasi 'segitiga' ini dimaksudkan, agar upaya memulihkan ekonomi sebagai pendukung dari program pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai harapan dan saling menguntungkan.

"Jadi, masyarakat bisa diuntungkan dengan program pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata ini, dan Covid-19 tidak menyebar, karena para pelaku, pengunjung dan pedagang taat pada protokol kesehatan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini