Wisata Candi Penataran, Keunikan Arsitektur dan Sejarahnya

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 408 2366853 wisata-candi-penataran-keunikan-arsitektur-dan-sejarahnya-4oIkhSoYAQ.jpg Candi Penataran di Blitar (blitartravel.com)

CANDI Penataran merupakan objek wisata sejarah di lereng barat daya Gunung Kelud, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kota Blitar, Jawa Timur. Arsitektur Candi Penataran berbeda dengan candi-candi lain di Jawa Timur.

Candi Penataran berdiri di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau di lahan 12.946 meter persegi. Menjadikannya sebagai kompleks candi terluas dan termegah di Jawa Timur.

Baca juga: Main ke Candi Prambanan, Jangan Lupa Mampir ke Candi Kalasan

Bangunan candi tersebar di kompleks tersebut. Di bagian belakang candi utama terdapat sungai berhulu di Gunung Kelud. Sementara di depannya terdapat beberapa candi perwara dan balai pendopo.

Komplek Candi Penataran dikelompokan menjadi tiga bagian, yakni bagian halaman depan, tengah dan belakang. 

Halaman Depan Candi Penataran

Saat memasuki halaman candi, yang pertama pengunjung lihat adalah dua buah arca, yaitu Arca Dwarapala yang juga dikenal sebagai penjaga pintu karena posisinya mengapit pintu gerbang utama.

ilustrasi

Candi Penataran (Instagram @fashichulchadiq)

Terdapat pula pendopo teras, bale agung, dan Candi Angka Tahun. Candi Angka Tahun merupakan yang paling populer di komplek Candi Penataran, disebut juga Candi Brawijaya dan Ganesha.

Bagian Tengah Candi Penataran

Di bagian tengah, pengunjung juga dapat melihat Arca Dwarapala. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Selian itu, terdapat Candi Naga yang yang dibangun pada 1286.

Di sana terdapat relief sembilan orang yang sedang menyangga naga. Relief tersebut merupakan jenis relief buatan medalion.

Halaman Belakang Candi Penataran

Bagian terakhir, yaitu bagian halaman belakang, berlokasi di dataran yang lebih tinggi dibandingkan halaman depan dan tengah. Di sini candi utama dalam komplek Candi Penataran berada.

Baca juga: Menikmati Keindahan Alam dari Candi Ceto, Salah Satu Candi Tertinggi di Indonesia

Di sana terdapat tiga buah teras yang memiliki tinggi masing-masing 7,19 meter. di sisi tangga tersebut ada arca mahakala yang memiliki pahatan angka tahun yang menunjukkan tahun 1269 Saka atau 1347 Masehi.

Teras pertama dipenuhi oleh relief cerita Ramayana yang tergambar di dinding candi utama. Di teras kedua terdapat relief cerita Krçnayana. Sementara di teras ketiga pengunjung dapat melihat gambar naga dan singa bersayap. Jika diperhatikan, ketiga teras tersebut membentuk bujur sangkar.

Pengunjung juga akan menemukan Sembilan buah bekas bangunan dengan posisi tidak beraturan dan prasasti Palah yang berupa linggapala dan dibangun oleh Raja Srengga sebagai sarana penyembahan Bathara Palah.

Selebihnya, halaman belakang dipenuhi oleh bangunan dengan relief yang menceritakan candi dengan tinggi 1 meter.

Sejarah Candi Penataran

Candi Penataran merupakan peninggalan Kejaraan Kediri. Sebenarnya, candi ini memiliki nama asli Candi Palah. Namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Candi Penataran.

Berdasarkan tulisan pada sebuah batu yang terletak di sisi selatan bangunan utamanya, diduga Candi Penataran dibangun oleh Raja Kerajaan Kediri, yakni Raja Srengga pada tahun 1194 M. Pada awal pembangunannya, Candi Penataran difungsikan sebagai sarana upacara pemujaan Hindu untuk menangkal bahaya dari Gunung Kelud yang saat itu sering meletus.

ilustrasi

Pembangunan Candi Penataran terus berlanjut. Lalu pada tahun 1286, Candi Naga berdiri di dalam komplek Candi Penataran. Di sana terdapat relief 9 orang tengah menyangga naga. Naga sendiri adalah lambing candrasengkala atau tahun 1208 Saka.

Tak hanya dari Kerajaan Kediri, Candi Penataran juga mendapat perhatian dari pemerintahan Jayanegara. Candi tersebut menjadi candi negara resmi berstatus dharma lepas saat kepemimpinan Tribuanatunggadewi dan Hayam Wuruk.

Disebutkan dalam Kitab Negarakertagama, Hayam Wuruk yang saat itu memerintah Kerajaan Majapahit mengunjungi Candi Penataran dalam lawatannya di daerah Jawa Timur.

Tujuan kunjungannya adalah untuk memuja Hyang Acalapat, yang merupakan perwujudan Dewa Siwa sebagai Girindra atau Raja Penguasa Gunung.

Candi Penataran ditemukan kembali pada 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia. Candi Penataran baru mulai dikenal banyak orang setelah 1850.

Pada 1995, Candi Panataran didaftar untuk dapat pengakuan sebagai situs warisan dunia UNESCO dari Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini