Arkeolog Temukan Lukisan Kanguru Diduga Berusia 17.300 Tahun!

Salsabila Jihan, Jurnalis · Kamis 25 Februari 2021 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 406 2367678 arkeolog-temukan-lukisan-kanguru-diduga-berusia-17-300-tahun-bwknRt6CuL.JPG Lukisan kanguru pada bebatuan ditemukan di Australia diduga berusia 17.300 tahun (Foto: Express.co.uk)

PAKAR arkeologi Universitas Melbourne, Australia berhasil mengidentifikasi lukisan kanguru yang diperkirakan berusia sekitar 17.300 tahun. Jika memang benar, maka lukisan itu 10.000 tahun lebih tua dari Piramida Agung Giza dan Stonehenge.

Lukisan kanguru setinggi dua meter yang disebut sebagai seni batu utuh tertua di Australia yang ditemukan di Kimberley, sebelah utara negara bagian Australia Barat yang terkenal dengan kekayaan seni batunya.

Arkeolog menentukan usia seni yang terdapat dalam gua tersebut menggunakan teknik baru yang melibatkan sekitar 27 sarang tawon lumpur kuno dan 26 lukisan serupa yang mereka kumpulkan.

Oleh para peneliti Universitas Melbourne, sarang-sarang tersebut diberi penanggalan radiokarbon dan hasilnya adalah lukisan tersebut telah dibuat dalam rentang 17.500 dan 17.100 tahun silam.

Baca juga: Mau Lihat Fosil Manusia dan Hewan Purbakala, Coba Mampir ke Sini Deh

Dr. Damien Finch, seorang peneliti postdoktoral yang memelopori penanggalan baru itu menamakan penemuan seni cadas tersebut sebagai lukisan 'in-situ' tertua di Australia.

"Ini adalah penemuan yang cukup signifikan. Karena melalui perkiraan awal ini, kami dapat memahami sesuatu dari dunia tempat para seniman kuno ini tinggal," jelas Finch menyitir Express.co.uk.

Para peneliti juga tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran para seniman ketika melukiskan karya ini yang usianya lebih dari 600 generasi yang lalu.

Lukisan Purbakala Kanguru

(Foto: Express.co.uk)

"Tetapi kami tahu bahwa periode Naturalistik diperpanjang hingga zaman es terakhir. Jadi lingkungannya lebih sejuk dan lebih kering daripada saat ini," tuturnya.

Penemuan ini dipublikasikan pada Senin, 22 Februari 2021 di jurnal Nature Human Behavior. Dalam studi mereka, para peneliti merinci bagaimana lukisan itu dilindungi dari berbagai unsur oleh bebatuan. Khususnya kanguru yang dilukis di langit-langit bebatuan meiring yang melindungi perkebunan marga Unghango di negara Balanggarra.

Baca juga: Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT Bikin Heboh, Disorot Media Asing

Peneliti sebelumnya telah menentukan gaya seni batu Australia tertua yang kemudian dikenal sebagai Irregular Infill Animal atau periode Naturalistik. Lukisan-lukisan ini biasanya menggambarkan hewan-hewan seukuran manusia, seperti kangguru setinggi dua meter.

Menurut Finch, sangat jarang ditemukannya sarang tawon lumpur di atas ataupun di bawah salah satu lukisan. Penanggalan keduanya itu memungkinkan para peneliti untuk menentukan usia minimum dan maksimum seni tersebut,

"Kami menggunakan radiokarbon untuk menentukan tanggal dari tiga sarang tawon yang mendasari lukisan itu dan tiga sarang yang dibangun di atasnya untuk menentukannya. Dengan keyakinan, lukisan itu berusia antara 17.500 dan 17.100 tahun, namun kemungkinan besarnya berusia 17.300 tahun," kata Finch.

Pada awal 2021, para arkeolog ternyata menemukan penemuan serupa di dinding sebuah gua di Indonesia. Penemuan tersebut dikatakan sebagai seni gua tertua di dunia, yaitu sebuah lukisan yang menggambarkan babi kutil berusia 45.000 tahun.

Dr. Sven Ouzman, dari Sekolah Ilmu Sosial Universitas Western Australia, percaya bahwa penemuan terbaru lukisan kanguru itu akan membantu para peneliti untuk lebih memahami sejarah pribumi Australia.

"Gambar kanguru yang ikonik ini secara visual mirip dengan lukisan-lukisan batu dari pulau-pulau di Asia Tenggara yang berusia lebih dari 40.000 tahun. Ini menunjukkan hubungan budaya dan menerangkan bahwa ada seni batu yang lebih tua di Australia," sebut Ouzman.

Sementara, Ketua Badan Hukum Balanggarra Aboriginal, Cissy Gore Birch, menambahkan; "Pengetahuan dan cerita para pribumi tidak boleh hilang dan harus terus dibagikan untuk generasi mendatang," katanya.

"Penanggalan lukisan tertua yang diketahui berada di tempat penampungan batu Australia ini sangat penting bagi orang Aborigin dan Australia. Ini juga merupakan bagian penting dari sejarah Australia," tambah Birch.

Saat ini, para peneliti sedang menyusun periode waktu untuk seni Aborigin Kimberley. Mereka akan menggunakan metode penanggalan sarang tawon untuk menentukan kapan gaya seni batu khas itu dimulai dan berakhir. Kendati para ilmuwan tidak mengetahui dengan jelas kapan Australia dihuni, namun bukti menunjukkan, manusia pertama kali muncul di sana sekitar 60.000 tahun lampau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini