Pengelola Wisata Merapi Diimbau Konsultasi ke BPPTKG Sebelum Beroperasi

Antara, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 02:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 406 2368485 pengelola-wisata-merapi-diimbau-konsultasi-ke-bpptkg-sebelum-beroperasi-FinHtX5Qrw.JPG Ketep Pass, objek wisata di sekitar Gunung Merapi (Foto: Instagram/@ketep_pass_magelang)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah, meminta para pengelola wisata di kawasan lereng Gunung Merapi untuk lebih dulu berkonsultasi ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelum objek wisata tersebut dioperasikan kembali.

"Kami mendorong mereka untuk berkonsultasi. Pemkab tidak berani putuskan sebelum ada rekomendasi dari BPPTKG, karena yang berwenang atau mengetahui berbahaya Merapi itu BPPTKG," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto.

Belasan objek wisata di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang ditutup sejak 9 November 2020 mengacu surat edaran Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang berdasarkan rekomendasi surat dari Kepala TNGM dan surat Kepala BPPTKG Yogyakarta terkait meningkatnya status aktivitas Gunung Merapi saat itu.

Baca juga: Aman dari Erupsi Merapi, Objek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi pada pertengahan bulan Januari 2021 bahwa rekomendasi dan kesimpulan dari BPPTKG ancaman bahaya Merapi ada perubahan tidak lagi ke Sungai Pabelan atau barat daya.

Adi menambahkan, dengan kondisi tersebut masing-masing usaha pariwisata atau destinasi wisata yang akan beroperasi kembali supaya berkonsultasi ke BPPTKG.

"Destinasi wisata itu tidak secara umum, dia secara parsial ada di kawasan atau tempat tertentu, maka dia harus berupaya berkoordinasi dengan BPPTKG, membuat surat ke BPPTKG apakah titik lokasi wisata tersebut aman untuk melakukan usaha wisata," terang dia.

Menurut Adi, kondisi yang tahu persis ialah BPPTKG, termasuk potensi alur bahaya dan sebagainya. "Lebih baik objek wisata di KRB III berkonsultasi dulu dengan BPPTKG sebelum membuka usahanya, hal ini inisiatif pengelola objek wisata," sarannya.

Lebih lanjut Adi mencontohkan seperti yang dilakukan Ketep Pass, setelah bersurat maka BPPTKG memberikan rekomendasi dan Jumat (26/2/2021) objek wisata tersebut diizinkan dibuka kembali.

"Objek wisata lain di kawasan lereng Gunung Merapi seperti Jurang Jero, Kedungkayang, dan sebagainya untuk berkonsultasi lebih dulu," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini