Kisah Bule Rusia Kepincut Kopi Minang, Sampai Rela Pasarkan di Negaranya

Antara, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 406 2368490 kisah-bule-rusia-kepincut-kopi-minang-sampai-rela-pasarkan-di-negaranya-3FQfu4JEmp.JPG Anatoli, turis asal Rusia yang kepincut Kopi Minang, Sumbar/Kanan (Foto: Antara)

SEORANG Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia Mr. Anatoli mengaku tertarik dengan kopi Minang Super Koto Tuo, khas Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Ia bahkan menyatakan bersedia memasarkan kopi itu di negara asalnya.

"Ya, saat dia berkunjung ke sini, dia menyatakan ketertarikan dengan kopi bubuk Minang Super Koto Tuo karena rasanya yang khas, dan dia juga bersedia memasarkannya di negaranya," kata Owner Kopi Minang Super Koto Tuo, Hamdi di Batusangkar Kamis, 25 Februari 2021.

Baca juga: Viral Bule Cantik Rusia Pose Tanpa Busana di Atas Gajah

Ia mengaku saat ini WNA tersebut sudah membawa sampel kopi bubuk Minang Super Koto Tuo ke negara asalnya untuk mengurus izin dan uji kelayakan sampel produk negara itu.

Jika kopi Minang Super dinilai layak dan lulus untuk dikonsumsi di daerah itu, Mr. Anatoli bersedia untuk memasarkan kopi itu di Kota Moskow dan sejumlah kota lainnya di negeri Beruang Merah.

"Ibaratnya lulus Standar Nasional Indonesia (SNI) di Indonesia lah, kalau memenuhi kriteria baru dia akan urus izin ekspor ke negaranya dan dipasarkan di dua kota di Rusia," tuturnya.

Sebagai penerus usaha Kopi Minang super semenjak 1975, kopi Minang Super diolah menjadi kopi bubuk dengan kualitas A atau bubuk murni dan telah terdaftar di Dinas Kesehatan RI Nomor 210.13.05.01.070.

Hamdi menambahkan, untuk jenis kopi Minang Super adalah kopi jenis robusta, kopi itu dipasok dari toke atau pengepul asal Sungai Penuh Kerinci Provinsi Jambi.

Kopi itu didatangkan dari luar Tanah Datar karena kopi lokal di daerah setempat tidak mencukupi, meski didatangkan dari luar ia tetap menerima kopi dari petani lokal.

"Kalau hanya mengandalkan kopi dari petani lokal tidak cukup, jadi kita datangkan dari toke dari Sungai Penuh, dibawa dengan menggunakan truk, tapi kita tetap menerima kopi dari petani lokal," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini