Tren Pariwisata Pasca-Pandemi Corona Versi Menparekraf Sandiaga Uno

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 406 2369001 tren-pariwisata-pasca-pandemi-corona-versi-menparekraf-sandiaga-uno-WiMvdwHQKe.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

PERANAN sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sangat strategis dan krusial dalam memulihkan ekonomi Indonesia pasca-pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

"Saya melihat tren parekraf sedang menuju unstoppable trend, yang salah satunya termasuk digitalisasi yang inevitable," ujar Sandi dalam acara Manager Forum LIV (54th) bertajuk 'Strategi Kemenparekraf/Baparekraf Dalam Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia' secara virtual di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Menurut Sandi, wisata domestik lebih menjadi preferensi karena objek wisata yang lebih murah. Driving tourism juga diutamakan untuk mengurangi risiko penggunaan transportasi umum. "Juga muncul solidaritas untuk mendukung industri pariwisata dalam negeri," tuturnya.

Baca juga: Ajak MNC Kolaborasi Bangkitkan Parekraf, Sandiaga Uno Puji Sinetron 'Ikatan Cinta'

Selain itu, perjalanan wisata di alam dengan bertema kesehatan juga akan menjadi tren. Hal ini karena adanya rasa tidak aman dari berada di lingkungan yang padat pengunjung.

"Wisatawan muda dari kalangan menengah atas juga lebih bersemangat untuk bepergian, karena persepsi mengenai dampak Covid-19 yang lebih ringan pada orang-orang berusia muda," terangnya.

Mantan Wagub DKI itu menambahkan, kalangan menengah atas merasa lebih mampu untuk menghadapi risiko yang datang dari Covid-19. Ditambah lagi, golongan milenial merasa lebih terkekang di masa lockdown.

"Konsumen juga memerlukan pengalaman wisata baru dan individual based. Covid-19 mengubah paradigma culture of sharing menjadi culture of distancing," paparnya.

Para wisatawan lanjut Sandi, cenderung lebih memilih untuk berlibur di tempat yang menyediakan pengalaman 'berjarak' contoh staycation di hotel atau villa yang jauh dari keramaian.

"Dulu pariwisata kita number oriented, sekarang fokus kita ke quality dan sustainability. Kita ingin memperbaiki dari tourism experience, juga dampak ke lingkungan, devisa, daya dukung lingkungan, dan citra kita sebagai tujuan wisata," kata dia.0

Sandi menambahkan, untuk pariwisata, Pulau Bali kembali menjadi tulang punggung dan sedang dikembangkan untuk wisata yoga.

"Ditambah dengan hadirnya KEK MNC Lido City di Bogor, semoga parekraf kita bisa bangkit, dan thriving," katanya menandaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini