Benarkah Jadi Pramugari Harus Cantik dan Mau Tidur dengan Pilot?

Salsabila Jihan, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 406 2369246 benarkah-jadi-pramugari-harus-cantik-dan-mau-tidur-dengan-pilot-0vLuWJ5RJq.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

PRAMUGARI memang identik dengan paras rupawan. Namun di balik itu, ternyata para pramugari memiliki sisi yang tidak banyak orang ketahui. Seperti halnya yang diceritakan oleh Elysabeth Yohana dalam saluran YouTube pribadinya.

Pramugari Elysabeth Yohana pernah membeberkan cerita tentang mitos-mitos pramugari bersama beberapa rekannya dalam video unggahannya yang berjudul 'Sisi Gelap Dunia Pramugari'.

Sambil mengisi waktu luang di salah satu restoran Singapura, mereka pun melontarkan sesi tanya jawab seputar dunia pramugari. Pertanyaan pertama, yaitu tentang anggapan bahwa pramugari itu harus cantik dan sontak saja kedua rekan Elysabeth atau lebih akrab dipanggil Yoen itu menjawab; 'Mitos'.

"Karena kalau menurut aku, soalnya cantik itu kan relatif. Jadi kita sebenarnya mungkin enggak semuanya cantik. Tapi dengan kita berpenampilan, jago dandan, atau kita punya kepribadian yang bagus, jadi akan terlihat menarik," ujar rekannya, Julavia.

Baca juga: Tes Pramugari Wajib Lepas Busana? Ini Lho Faktanya

Pertanyaan selanjutnya tentang anggapan yang biasanya banyak dilontarkan orang-orang awam mengenai hubungan antara pramugari dengan pilot. "Mitos atau fakta, kalau katanya pramugari itu harus tidur sama pilot,". Pernyataan itupun juga dijawabnya sebagai mitos.

"Banyak yang berpikir kalau 'begitu' sama pilot, itu tuh bisa dapat jam terbang yang banyak, dapat uang tambahan, begitu lah," ujar Julavia.

Sebenarnya, jam terbang atau flight roster pramugari itu diatur oleh bagian perencanaan jam terbang dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pilot.

Yoen juga ikut menambahkan, "Nah tapi kalau misalnya mereka mau memperpanjang tali silaturahmi, ya, silakan. Itu pilihan masing-masing. Selama kerja juga masih profesional," sambungnya.

Selanjutnya, tentang apakah di sela pekerjaan sebagai seorang pramugari, mereka memiliki sebuah bisnis sampingan, yang Yoen dan kawannya sebut sebagai "Bisnis Skidipapap" atau bisnis yang berkaitan dengan dunia prostitusi.

Lagi-lagi jawabannya, "Mitos. Karena sepengetahuan kita dan apa yang kita lihat, sejauh ini enggak ada sih yang kayak gitu. Semuanya sih yang aku lihat, masih profesional-profesional aja selama kerja," kata Yoen.

Namun Yoen juga menjelaskan bahwa industri yang mereka geluti itu memang sudah terkenal dengan hal-hal seperti itu. Karena kalau hal-hal seperti itu tidak ada, kemungkinan besar tidak banyak orang yang akan bertanya tentang hal itu.

Meski begitu, mereka juga mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan di luar sana ada pihak terkait yang memiliki bisnis itu.

"Jadi kalau emang mau masuk ke industri penerbangan ini, kalian harus memperkuat iman, punya prinsip, dan jangan mau kompromi-kompromi." Karena sekalinya kompromi walaupun dari hal kecil, nantinya akan bisa sangat berdampak di kemudian hari.

Elysabeth Yohana atau Yoen diketahui merupakan seorang pramugari di salah satu maskapai besar di Singapura. Sayangnya ia merupakan satu dari sekian pramugari maskapai itu yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini