Misteri Legenda Naga dan Patung Gajah Putih di Kuil

Elvina Maharani Putri, Jurnalis · Minggu 28 Februari 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 408 2369799 misteri-legenda-naga-dan-patung-gajah-putih-di-kuil-27rwkU03wE.jpg Kuil di Thailand. (Foto: Instagram @seekandsojourn)

DI Thailand terdapat sebuah kuil dilapisi emas yang sangat populer ialah Wat Phra That Doi Suthep. Letaknya berada di atas bukit dan punya legenda naga dan gajah putih.

Wat Phra That Doi Suthep sering disebut sebagai "Doi Suthep", karena diambil dari nama bukit, tempat kuil ini berada. Lokasinya di ketinggian 1.072 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan berjarak 15 kilometer dari Kota Chiang Mai.

Wat Phra di That Doi Suthep dibangun pada 1383 oleh King Nu Naone dari Kerajaan Lan Na. Kerajaan ini berkuasa di Chiang Mai pada abad ke-13 hingga abad ke-18 dan merupakan kerajaan yang paling dipuja oleh masyarakat Chiang Mai.

Baca Juga: Deretan Hotel Bintang 5 Jakarta Harganya di Bawah Rp1 Jutaan, Buruan Cek!

Dilansir dari Chiang Mai Bangkok, lebih dari 300 anak tangga mengarah dari tempat parkir ke halaman kuil. Kemudian sebuah tangga tersebut dibatasi oleh pagar naga terpanjang di Thailand.

 kuil

Naga menurut kepercayaan masyarakat Thailand adalah ular penjelmaan roh orang suci yang belum bisa masuk surga yang membawa keberuntungan, sekaligus menjembati antara bumi dan langit.

Saat tiba di puncak bukit gerbang vihara tersebut, Anda akan disambut oleh patung gajah putih yang menggendong pagoda emas di punggungnya dan menjadi spesies gajah langka di Thailand. Patung ini dinamai White Elephant Shrine.

Terkait sejarahnya, berawal dari seorang biksu dari Kerajaan Sukhothai yang menemukan relik Buddha. Relik itu memancarkan cahaya. Hingga akhirnya kekuatan relik itu sampai ke kuping Raja Nu Naone dari Kerajaan Lan Na.

Biksu dari Sukhothai itu kemudian mendapat izin dari rajanya untuk membawa relik Buddha. Hingga akhirnya di Thailand Utara, relik tersebut terbelah menjadi dua.

Satu potong ada di tempat aslinya, sebuah kuil di Suandok. Potongan satu lagi kemudian ditaruh di punggung seekor gajah putih. Gajah tersebut kemudian dilepas bebas ke hutan.

Gajah tersebut kemudian mendaki Bukit Doi Suthep yang dulu bernama Doi Aoy Chang. ia kemudian mengelilingi puncak tersebut dan meniup terompet sebanyak tiga kali kemudian mati tanpa penyebab.

Kejadian itu diartikan sebagai sebuah penanda sehingga Raja Lan Na segera memerintahkan warganya untuk membangun kuil di lokasi itu.

Karena itulah, tercipta tradisi bagi warga lokal untuk mengelilingi kuil utama Wat Phra That Doi Suthep sebanyak tiga kali, Dengan melepas alas kaki dan membawa bunga lotus atau teratai, sambil mengucapkan doa dalam hati.

Terlepas dari semua legenda dan mistisnya, tempat ini dijadikan para calon biksu melangsungkan tradisi selama beberapa hari sebelum menjadi biksu. Mereka mengenakan kain warna putih, mencukur semua rambut lalu berdiam diri selama beberapa hari di dalam ruangan.

Banyak wisatawan maupun umat Buddha yang datang ke Wat Phra That Doi Suthep untuk berswafoto maupun bersembahyang, memohon keselamatan dan menanyakan peruntungan. Konon katanya, banyak orang Thailand ataupun orang asing mengalami keajaiban khusus setelah pergi dari tempat suci ini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini