Mendagri dan Menteri Kehakiman Dipecat karena Berpesta di Restoran saat PSBB

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 406 2370170 mendagri-dan-menteri-kehakiman-dipecat-karena-berpesta-di-restoran-saat-psbb-jCPBm8wNj6.jpg ilustrasi (stutterstock)

MENTERI Dalam Negeri dan Menteri Kehakiman Yordania dipecat karena melanggar pembatasan COVID-19 dengan menghadiri pesta makan malam di sebuah restoran, Minggu 28 Februari 2021.

Perdana Menteri Yordania Bisher al Khasawneh menerima pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Samir Mobeideen dan Menteri Kehakiman Bassam Talhouni, beberapa hari setelah pengumuman aturan baru yang bertujuan menekan lonjakan kasus, yang dipicu oleh varian virus yang lebih menular.

Baca juga: Ternyata Pesawat Tak Pernah Melintasi Kutub Utara dan Selatan, Kenapa?

Kemunculan mereka di tempat perjamuan umum, dengan mengabaikan aturan jaga jarak sosial, menambah kemarahan publik atas denda mahal yang diberlakukan kepada orang biasa, sementara pejabat tidak diberi sanksi karena menghadiri acara dengan lebih dari 20 tamu undangan.

Polisi menahan puluhan orang yang melanggar perintah tetap di rumah saja dalam beberapa pekan belakangan dan menutup ratusan toko dan usaha dalam salah satu penindakan paling tegas selama setahun penguncian dan pembatasan.

 

Pemerintah juga mengerahkan lebih banyak personel militer di ratusan pos pemeriksaan guna menegakkan keputusan Kamis lalu untuk menerapkan jam malam mulai tengah malam hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Para pejabat menjelaskan bahwa gelombang infeksi terbaru didorong oleh orang-orang yang mengabaikan pembatasan mobilitas.

Baca juga:  Kapten Vincent Raditya Beberkan Fasilitas Mewah yang Didapatkan Pilot

Berdasarkan aturan baru, siapa pun yang tidak menggunakan masker di tempat umum bisa dikenai denda hingga 140 dolar AS (sekitar Rp 2 juta), hitungan denda di sebuah negara yang relatif miskin, di mana pandemi mengakibatkan pengangguran mencapai tingkat tertinggi.

Kerajaan Yordania, dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, melaporkan 380.268 infeksi dan 4.627 kematian COVID-19.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini