Wuih... Ada Desa Cokelat di Tabanan, seperti Apa Ya?

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 408 2370018 wuih-ada-desa-cokelat-di-tabanan-seperti-apa-ya-67oyRm9mlc.JPG Desa Cokelat Bali di Tabanan (Foto: Antara)

KABUPATEN Tabanan, Bali, kini memiliki objek wisata baru yakni Desa Cokelat Bali. Tempatnya berlokasi di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Destinasi ini mengedukasi anak-anak tentang bagaimana proses penanaman buah cokelat hingga proses pembuatannya.

"Sejak kami buka pada Oktober 2020, Desa Cokelat Bali, kini menjadi destinasi paling dicari oleh wisatawan dan warga lokal," kata pemilik Desa Cokelat Bali, I Wayan Alit Artha Wiguna.

Menurut Wayan, alasan para pelancong memilih tempat liburan ke Desa Cokelat Bali tersebut selain berwisata, mereka juga diberikan kesempatan untuk melihat berbagai jenis pohon cokelat dan pilihan yang menarik lainnya adalah mencoba tantangan bagaimana membuat cokelat itu sendiri hingga layak dikonsumsi.

"Sampai di lokasi, para pelancong yang baru tiba, sebelum menerima tantangan untuk membuat cokelat, mereka terlebih dahulu diajak berkeliling oleh pemandu wisata guna melihat pohon-pohon cokelat jenis kakao dan melihat proses pembuatan hingga pengemasan cokelat yang siap untuk dikonsumsi di balik kaca ruangan yang sudah disiapkan," ujarnya.

Dijelaskannya, tujuan didirikan objek wisata Desa Cokelat Bali adalah untuk mengedukasi wisatawan agar mereka mulai mengenal cokelat dari mulai menanam, mengolah, dan membuat cokelat.

"Dengan harga tiket Rp20.000 per orang, wisatawan akan dikenalkan oleh pemandu berbagai jenis tanaman cokelat dari mulai cokelat lokal dan impor," tuturnya.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di objek wisatanya, selain memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, pihaknya juga melakukan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Mudah-mudahan dengan adanya Desa Cokelat Bali dapat bermanfaat bagi generasi muda, khususnya agar mereka bisa melihat langsung proses pembuatan dan ikut melestarikan hasil produk lokal petani cokelat di Bali," sebut dia.

Nana, seorang pengunjung mengaku senang bisa berlibur ke Desa Cokelat Bali. "Bagus dan senang, ini pengalaman pertama yang menyenangkan, jadinya saya tahu sekarang bagaimana membuat cokelat sendiri, nanti ini saya praktekkan di rumah," kata pelajar kelas 3 SD itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini